Diadili Pekan Depan, Eks Dirut Garuda Ari Askhara Terancam 10 Tahun Penjara

Andi Saputra - detikNews
Senin, 08 Feb 2021 23:17 WIB
Dirut Garuda Ari Askhara
Ari Askhara (Herdi Alif Al Hikam/detikFinance)
Jakarta -

Mantan Dirut Garuda Indonesia I Gusti Ngurah Askhara Danadipura alias Ari Askhara akan mulai diadili pekan depan. Ari Askhara diadili karena kasus penyelundupan sepeda Brompton dan Harley-Davidson.

Hal itu tertuang dalam Sistem Informasi Penelusuran Perkara Pengadilan Negeri (SIPP PN) Tangerang, Senin (8/2/2021). Perkara Ari bernomor 192/Pid.Sus/2021/PN.Tng dengan jadwal sidang perdana pada Senin (15/2).

Ari Askhara didakwa tiga pasal berlapis, yaitu:

1. Perbuatan Terdakwa sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam Pasal 102 huruf e Undang-Undang RI Nomor 17 Tahun 2006 tentang Perubahan Atas Undang-Undang RI Nomor 10 Tahun 1995 tentang Kepabeanan Jo. Pasal 55 ayat (1) ke-2 KUHP.
2. Perbuatan Terdakwa sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam Pasal 102 huruf h Undang-Undang RI Nomor 17 Tahun 2006 tentang Perubahan Atas Undang-Undang RI Nomor 10 Tahun 1995 tentang Kepabeanan Jo. Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.
3. Perbuatan Terdakwa sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam Pasal 103 huruf a Undang-Undang RI Nomor 17 Tahun 2006 tentang Perubahan Atas Undang-Undang RI Nomor 10 Tahun 1995 tentang Kepabeanan Jo. Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

Ancaman hukuman terberat pasal tersebut adalah 10 tahun penjara. Berikut bunyi pasal yang dimaksud:

Pasal 102 huruf e

Setiap orang yang menyembunyikan barang impor secara melawan hukum dipidana karena melakukan penyelundupan di bidang impor dengan pidana penjara paling singkat 1 tahun dan pidana penjara paling lama 10 tahun dan pidana denda paling sedikit Rp 50 juta dan paling banyak Rp 5 miliar.

Pasal 102 huruf h

Setiap orang yang dengan sengaja memberitahukan jenis dan/atau jumlah barang impor dalam pemberitahuan pabean secara salah dipidana karena melakukan penyelundupan di bidang impor dengan pidana penjara paling singkat 1 tahun dan pidana penjara paling lama 10 tahun dan pidana denda paling sedikit Rp 50 juta dan paling banyak Rp 5 miliar.

Pasal 103 huruf a

Setiap orang yang menyerahkan pemberitahuan pabean dan/atau dokumen pelengkap pabean yang palsu atau dipalsukan dipidana dengan pidana penjara paling singkat 2 tahun dan pidana penjara paling lama 8 tahun dan/atau pidana denda paling sedikit Rp100 juta dan paling banyak Rp 5 miliar.

Simak barang bukti kasus Ari Askhara di halaman berikutnya: