Wakil Ketua MPR: Vaksinasi Kelompok Lansia Langkah Strategis

Alfi Kholisdinuka - detikNews
Senin, 08 Feb 2021 20:26 WIB
Wakil Ketua MPR Lestari Moerdijat mengungkapkan museum memiliki kemampuan untuk membangkitkan kembali idealisme dan nasionalisme bangsa Indonesia.
Foto: Dok. MPR
Jakarta -

Kebijakan pemerintah memperluas vaksinasi COVID-19 kepada para lansia dinilai merupakan langkah yang penting. Mengingat, masyarakat berusia di atas 60 tahun termasuk kelompok berisiko bila terpapar virus Corona.

"Penyusunan skala prioritas vaksinasi berdasarkan tingkat risiko tertular COVID-19 dengan memasukkan kelompok lansia merupakan langkah yang strategis," kata Wakil Ketua MPR RI Lestari Moerdijat dalam keterangannya, Senin (8/2/2021).

Menurut Lestari, lansia merupakan kelompok berisiko tinggi karena berpotensi mengalami kondisi kesehatan memburuk dan risiko kematian akibat COVID-19 yang tinggi.

Data Kementerian Kesehatan mencatat meski komposisi kelompok lansia hanya 10 persen dari populasi penduduk Indonesia, namun angka kematian akibat COVID-19 di Indonesia 50%-nya disumbang kelompok lansia.

Data Satgas COVID-19 per Minggu (8/2) angka kematian akibat COVID-19 di Indonesia saat ini berjumlah 31.763 orang.

Selain untuk menekan angka kematian akibat COVID-19, menurut Rerie, sapaan akrab Lestari, upaya pemerintah memperluas kelompok prioritas vaksinasi COVID-19 itu, merupakan bagian dari langkah percepatan vaksinasi nasional untuk mencapai herd immunity.

Apalagi berdasarkan keterangan Menteri Kesehatan setelah para tenaga kesehatan mendapatkan vaksinasi sejak 14 Januari lalu, di beberapa provinsi mulai terlihat tren penurunan angka kasus positif COVID-19 di kalangan tenaga kesehatan.

Indikasi penurunan kasus positif COVID-19 di kalangan tenaga kesehatan itu, saat ini sedang diteliti ulang oleh Kementerian Kesehatan untuk dipastikan besaran angka penurunannya.

Sampai dengan Minggu (7/2) vaksinasi dosis pertama sudah diberikan kepada 784.318 tenaga kesehatan dari 1,6 juta target tenaga kesehatan yang akan divaksinasi COVID-19 atau hampir setengah dari target tenaga kesehatan sudah mendapat vaksinasi COVID-19 dosis pertama.

Berdasarkan kondisi itu, dia berharap, semua pihak, baik para pemangku kepentingan di pusat dan daerah, serta masyarakat, dapat berkolaborasi mendukung kelancaran proses vaksinasi COVID-19 di Tanah Air.

Rerie menuturkan masyarakat bisa berpartisipasi dalam program vaksinasi nasional dan tetap disiplin menjalankan protokol kesehatan lewat penggunaan masker, menjaga jarak, mencuci tangan dengan sabun dan menghindari kerumunan.

"Sedangkan para pemangku kepentingan harus memastikan pengalokasian vaksin dan proses vaksinasi berlangsung secara transparan," pungkasnya.



Simak Video "Studi Inggris: Antibodi Bisa Bertahan 6 Bulan Pasca Terinfeksi Corona"
[Gambas:Video 20detik]
(mul/ega)