Polres Tangsel Gagalkan Peredaran Upal Rp 2 M, 8 Pelaku Ditangkap

Karin Nur Secha - detikNews
Senin, 08 Feb 2021 17:28 WIB
Polres Tangsel gagalkan peredaran uang palsu senilai Rp 2 miliar.
Polres Tangsel menggagalkan peredaran uang palsu senilai Rp 2 miliar. (Karin/detikcom)
Tangerang Selatan -

Polisi menangkap tiga kelompok pemalsuan uang US dollar dan rupiah di Tangerang Selatan. Dari tiga kelompok ini, polisi menyita uang palsu senilai Rp 2 miliar.

"Jadi terpisah ada tiga kelompok, yang satu ada di Polsek Serpong untuk pecahan Rp 100 ribu, kemudian di Pamulang juga ada sindikat sendiri yang US dollar, kemudian ada juga yang di Ciputat juga terpisah," kata Kapolres Tangsel AKBP Iman Imanudin di Polres Tangerang Selatan, Jalan Promoter No. 1, BSD, Tangerang Selatan, Senin (8/2/2021).

Iman mengatakan para pelaku ditangkap sebelum berhasil mengedarkan uang palsu tersebut. Meski begitu, pihaknya masih mendalami apakah para tersangka sudah pernah mengedarkan uang palsu sebelumnya atau tidak.

"Untuk transaksi saat ini mereka masih belum melakukan penyebaran, kami masih dalami dalam proses pemeriksaan," kata Iman.

Iman mengungkap tiga kelompok ini beroperasi di tempat yang berbeda-beda tapi masih satu wilayah di Tangerang Selatan. Total ada 8 pelaku yang ditangkap, salah satunya perempuan.

Untuk kelompok yang diamankan di Ciputat, mereka adalah MH (37), AS (62), AK (56), AK alias KK (42), AH (44), dan seorang perempuan berinisial SM (54). Kemudian tersangka yang diamankan di Pamulang berinisial OG (50).

Sedangkan satu tersangka lainnya berhasil diamankan di Serpong, berinisial RR (52).

Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Tangsel AKP Angga Surya Saputra mengatakan para pelaku pemalsuan uang ditangkap di beberapa lokasi.

"Yang pertama ada di Halte depan UIN untuk yang di Ciputat. Kemudian untuk daerah Pamulang hasil pengembangan daerah Pamulang untuk kita lakukan penggrebekan di Ciseeng. Kemudian untuk yang di Serpong di jembatan penyeberangan depan mal," ungkap Angga.

Dari penangkapan tersebut, polisi berhasil mengamankan sejumlah barang bukti berupa uang yang diduga palsu sejumlah 1.526 lembar uang kertas pecahan 100 USD. Uang ini jika indeks nilai tukar per dolar Rp 14 ribu maka totalnya Rp 2,1 miliar. Kemudian, berhasil diamankan juga 15 lembar uang kertas pecahan Rp 100 ribu sejumlah Rp 1,5 juta.

Ditemukan juga satu set alat pembuat uang palsu berupa 1 buah printer Canon warna hitam, 1 buah lem semprot, 1 buah alat cetak pembuatan uang palsu, 1 buah kaca, dan 1 buah lampu.

Atas perbuatannya tersebut, maka para pelaku dikenai Pasal 244 dan/atau 245 KUHP dan/atau Pasal 36 ayat 3 UU RI No. 7 Tahun 2011 tentang mata uang, dengan ancaman pidana 15 tahun penjara.

(mea/mea)