Survei Indikator Politik: Tren Kepuasan Publik ke Jokowi Terendah Sejak 2016

Marlinda Oktavia Erwanti - detikNews
Senin, 08 Feb 2021 17:04 WIB
Presiden Jokowi meninjau posko evakuasi Sriwijaya Air SJ182 di JICT II
Presiden Jokowi (Biro Pers Sekretariat Presiden)
Jakarta -

Lembaga survei Indikator Politik Indonesia merilis hasil surveinya terkait kepuasan publik terhadap kinerja Presiden Joko Widodo (Jokowi). Hasilnya, meski mayoritas responden puas, ada kenaikan angka ketidakpuasan terhadap kinerja Jokowi.

Survei yang dilakukan pada 1-3 Februari 2021 ini menggunakan metode simple random sampling. Ada 1.200 responden yang dipilih secara acak dari kumpulan sampel acak survei tatap muka langsung yang dilakukan Indikator Politik Indonesia pada rentang Maret 2018-Maret 2020.

Survei dilakukan melalui kontak telepon, mengingat saat ini tengah pandemi COVID-19. Margin of error dari survei ini sekitar ±2,9% pada tingkat kepercayaan 95%. Sampel berasal dari seluruh provinsi yang terdistribusi secara proporsional.

Hasilnya, tingkat kepuasan kepada Presiden Jokowi adalah 62,9 persen. Sebanyak 57,8 persen di antaranya cukup puas, sementara 5,1 responden sangat puas atas kinerja Jokowi.

Berikut ini hasil survei pada Februari 2021:

Sangat Puas: 5,1%
Cukup Puas: 57,8%
Kurang Puas: 33%
Tidak Puas Sama Sekali: 2,6%
TT/TJ: 1,4%

Hasil survei Februari 2020:

Sangat Puas: 11,9%
Cukup Puas: 57,6%
Kurang Puas: 26,1%
Tidak Puas Sama Sekali: 2,0%
TT/TJ: 1,4%

"Mayoritas warga puas dengan kinerja Presiden, tapi dalam setahun terakhir ada kenaikan tingkat ketidakpuasan, dari 28% menjadi 35,6%," kata Direktur Eksekutif Indikator Politik Indonesia Burhanuddin Muhtadi dalam jumpa pers virtualnya, Senin (8/2/2021).

Burhan mengungkapkan hasil tren kepuasan terhadap kinerja Jokowi pada Februari 2021 ini merupakan titik terendah sejak Juni 2016. Sebelumnya, sejak Juni 2016, tingkat kepuasan kepada Jokowi paling rendah ada pada Juli 2020 dengan angka 65,2 persen.

"Ini titik terendah, tingkat kepuasan kepada Pak Jokowi. Bahkan sejak Juni 2016. 62,9 persen. Meskipun tidak terlalu signifikan, tapi lumayan. Tren ini kalau tidak diantisipasi oleh Presiden itu bisa alarm. Karena sebagian dari pendukung loyalnya sudah bergeser," tutur Burhan.

Saksikan juga 'Survei Capres Indexpolitica: Prabowo Tertinggi, Disusul Anies':

[Gambas:Video 20detik]



(mae/bar)