Kasus Tewasnya Herman, PPP Desak Oknum Polisi yang Terlibat Diproses Hukum

Matius Alfons - detikNews
Senin, 08 Feb 2021 13:00 WIB
Arsul Sani
Foto: Arsul Sani (Mochamad Zhacky Kusumo/detikcom).
Jakarta - PPP menyoroti tewasnya Herman 'dijemput tak berbaju' usai ditangkap anggota polisi Polresta Balikpapan beberapa waktu lalu. PPP meminta proses hukum kepada oknum polisi yang terlibat digelar transparan.

"Meninggalnya Herman sebagai tahanan Polresta Balikpapan adalah tamparan keras bagi komitmen 'Presisi' yang dibuat Kapolri Jenderal LSP (Listyo Sigit Prabowo) di hadapan lembaga negara yang merupakan perwakilan seluruh Rakyat Indonesia," kata Waketum PPP, Arsul Sani, saat dihubungi, Senin (8/2/2021).

Anggota Komisi III DPR ini meminta Divisi Propam Mabes Polri menyidik dan memproses hukum semua anggota kepolisian yang terlibat dalam kasus tewasnya Herman di Balikpapan. Para pimpinan juga diminta bertanggung jawab.

"Oleh karena itu, kami di Komisi III meminta Divisi Propam Mabes Polri untuk menyidik dan memproses hukum semua anggota kepolisian di sana yang terlibat serta mengenakan tanggung jawab kepemimpinan terhadap para komandannya di sana," tegasnya.

Arsul juga mendesak Divpropam Polri mengusut peristiwa ini secara transparan. Dia meminta seluruh proses hukum terhadap yang bertanggung jawab harus diketahui secara transparan.

"Kasus ini merupakan kasus serius yang harus diselesaikan secara transparan di mana tahap-tahapan proses hukum terhadap mereka yang harus bertanggung jawab dilakukan secara transparan," sebutnya.

Lebih jauh, Arsul menganggap tindakan polisi dalam menginterogasi Herman hingga tewas keterlaluan. Menurutnya ini cerminan masih ada anggota Polri di lapangan yang memiliki pandangan interogasi dengan kekerasan.

"Keterlaluan, kejadian ini mengagetkan karena di masa sekarang ini sudah tidak zamannya lagi ada warga masyarakat mati di tahanan Polri bukan karena yang bersangkutan punya penyakit yang mematikan. Ini mencerminkan masih ada anggota Polri yang belum berubah paradigmanya. Padahal sejak beberapa tahun lalu misalnya Polri sudah meluncurkan program Promoter yang ujungnya adalah polisi yang tegas namun, adil dan humanis," sebut Arsul.

Seperti diketahui, Herman yang merupakan tahanan Polresta Balikpapan meninggal dengan luka di sekujur tubuhnya setelah ditangkap oleh anggota Polresta Balikpapan. Keluarga Herman pun melaporkan peristiwa ini ke Propam Polda Kaltim.

Kematian Herman seperti yang dijelaskan di atas disampaikan LBH Samarinda seperti dalam keterangan pers mereka yang dikutip Minggu (7/2). LBH Samarinda menyebut peristiwa ini terjadi pada 2 Desember 2020 malam di mana saat itu Herman yang disebut sedang berada di rumah, kemudian didatangi orang tidak dikenal.

Herman disebut dibawa pergi oleh orang tak dikenal itu dalam posisi bertelanjang dada alias tidak memakai baju dan mengenakan celana pendek berwarna hitam. Belakangan, LBH Samarinda menyebut orang tak dikenal yang membawa pergi Herman itu diketahui anggota Polresta Balikpapan.

Keesokan harinya, keluarga disebut mendapat kabar dari Polresta Balikpapan kalau Herman telah tewas. Polisi disebut mengatakan Herman tewas karena buang air dan muntah saat diberi makan. (maa/gbr)