NasDem Minta Kapolri Usut Dugaan Penyiksaan Herman hingga Tewas di Balikpapan

Matius Alfons - detikNews
Senin, 08 Feb 2021 12:26 WIB
Taufik Basari
Taufik Basari (Ari Saputra/detikcom)
Jakarta -

Partai NasDem turut menanggapi kematian Herman 'dijemput tak berbaju' yang tewas setelah ditangkap anggota Polresta Balikpapan beberapa waktu lalu. NasDem meminta Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo mengusut dugaan penyiksaan terhadap Herman.

"Kita menunggu langkah tegas Pak Kapolri Jenderal Listyo Sigit untuk mewujudkan penegakan hukum yang berkeadilan sesuai dengan program beliau," kata Ketua DPP NasDem Taufik Basari dalam keterangannya, Senin (8/2/2021).

Anggota Komisi III DPR RI ini mengaku heran dengan penyiksaan terhadap Herman hingga tewas di Balikpapan tersebut. Pasalnya, menurut dia, seseorang ketika ditangkap oleh polisi seharusnya mendapat perlindungan dan bebas dari siksaan.

"Ketika seseorang menjalani proses hukum oleh aparat kepolisian justru di situlah ia seharusnya mendapatkan jaminan perlindungan atas hak asasi manusianya, yakni mendapatkan penanganan sesuai ketentuan hukum yang berlaku, bebas dari penyiksaan dan berbagai bentuk tindak kekerasan apapun," ucapnya.

Taufik menyebut ini bukan pertama kalinya pihak kepolisian melakukan tindakan serupa hingga berujung tewasnya seseorang. Dia mendesak pihak kepolisian untuk mengusut tuntas peristiwa tersebut secara transparan.

"Ini bukan kali pertama terjadi ada kasus serupa yang berujung pada penghilangan nyawa seseorang. Pihak Kepolisian harus mengusut tuntas peristiwa ini dan prosesnya harus jelas dan transparan," ujarnya.

Taufik pun meminta Polri menghentikan praktik penyiksaan kepada pelaku yang ditangkap. Hal tersebut, menurut dia, pernah disampaikan kepada mantan Kapolri Jenderal Idham Azis, namun dia menyayangkan saat ini terulang.

"Tepat satu tahun yang lalu, dalam Rapat Kerja di Komisi III DPR dengan Kapolri terdahulu, Jenderal Idham Azis, saya juga sudah meminta agar Polri memberikan perhatian serius terhadap upaya penghapusan praktek penyiksaan dalam tindakan kepolisian," sebutnya.

Sebelumnya, Polda Kalimantan Timur (Kaltim) sedang memeriksa anggota Polresta Balikpapan setelah seorang tahanan bernama Herman dijemput saat tak berbaju sebelum kemudian dinyatakan tewas. Mabes Polri pun turut memantau kasus ini.

"Biarkan Propam Polda (Kaltim) bekerja sesuai tupoksinya," ujar Kadiv Humas Polri Irjen Argo Yuwono saat dihubungi, Minggu (7/2).

Herman, yang merupakan tahanan Polresta Balikpapan, meninggal dengan luka di sekujur tubuhnya setelah ditangkap oleh anggota Polresta Balikpapan. Keluarga Herman pun melaporkan peristiwa ini ke Propam Polda Kaltim.

Kematian Herman seperti yang dijelaskan di atas disampaikan LBH Samarinda seperti dalam keterangan pers mereka yang dikutip Minggu (7/2). LBH Samarinda menyebut peristiwa ini terjadi pada 2 Desember 2020 malam di mana saat itu Herman yang disebut sedang berada di rumah, kemudian didatangi orang tidak dikenal.

Herman disebut dibawa pergi oleh orang tak dikenal itu dalam posisi bertelanjang dada alias tidak memakai baju dan mengenakan celana pendek berwarna hitam. Belakangan, LBH Samarinda menyebut orang tak dikenal yang membawa pergi Herman itu diketahui merupakan anggota Polresta Balikpapan.

Keesokan harinya, keluarga disebut mendapat kabar dari Polresta Balikpapan bahwa Herman telah tewas. Polisi disebut mengatakan Herman tewas karena buang air dan muntah saat diberi makan.

LBH menyatakan jenazah Herman kemudian dibawa pulang pihak keluarga, namun keluarga kaget setelah melihat jenazah Herman yang penuh luka di sekujur tubuhnya, bahkan ada darah segar yang mengalir dari salah satu bagian tubuhnya.

"Kemudian, pada tanggal 4 Desember 2020, sekitar pukul 08.30 Wita, jasad korban tiba di rumahnya yang diantar oleh personel Polresta Balikpapan. Pihak keluarga kemudian memutuskan untuk membuka kafan pembungkus jasad korban dan ditemukan luka sayatan di hampir seluruh tubuh korban dengan darah segar yang masih mengalir, serta lebam dan luka lecet di bagian punggung korban," jelas salah satu Tim Advokasi LBH Samarinda, Fathul Huda Wiyashadi.

Karena inilah keluarga Herman melaporkan peristiwa ini ke Propam Polda Kaltim. Namun hingga saat ini keluarga Herman disebut belum mendapatkan laporan lanjut.

Fathul mengatakan keluarga Herman berharap Propam Polda Kaltim segera menemukan pelaku kekerasan terhadap Herman. Saat ini keluarga Herman sudah memasukkan pengaduan pembunuhan terhadap Herman kepada Direktorat Reserse Kriminal Umum dan ditembuskan kepada Bidang Propam Polda Kaltim.

(maa/isa)