Kapolsek Pancoran Tinjau Banjir di Rawajati, Cek Dapur Umum-Pos Kesehatan

Kadek Melda Luxiana - detikNews
Senin, 08 Feb 2021 11:46 WIB
Kapolsek Pancoran, Kompol Rohman Yonky tinjau banjir di Rawajati, Jaksel (Foto: Kadek/detikcom)
Kapolsek Pancoran Kompol Rohman Yonky meninjau banjir di Rawajati, Jaksel. (Kadek/detikcom)
Jakarta -

Kapolsek Pancoran Kompol Rohman Yonky menyambangi lokasi banjir di Rawajati, Pancoran, Jakarta Selatan. Dia ingin memastikan ketersediaan dapur umum hingga pos kesehatan untuk pengungsi terdampak banjir dalam kondisi aman.

"Kita ngecek kondisi warga, kemudian ketinggian air, kondisi masyarakat, pendirian dapur umum, kesehatan seperti apa kita ingin memastikan aman, baru kami akan koordinasi dengan 3 pilar semua kita akan koordinasikan. Baru nanti kita evaluasi terkait langkah-langkah yang dilakukan apa, baru nanti kita laporkan pimpinan kita lihat hambatan dan kendala seperti apa," kata Yonky di Rawajati RW 07, Jakarta Selatan, Senin (8/2/2022).

Yonky menuturkan pihaknya beserta tim gabungan masih terus memantau kondisi air di Bendung Katulampa. Hal itu dilakukan sebagai deteksi dini jika permukaan air naik.

"Yang jelas kita masih memantau kondisi air, baik di Katulampa, jadi masih ada space waktu ada warning dari sana jadi kita bisa tetap imbau kepada warga, kita evakuasi," tuturnya.

Yonky menyampaikan saat ini masih dibutuhkan alat perahu karet ukuran kecil untuk dapat mengevakuasi warga yang masih menetap di dalam rumah. Sebab, di lokasi banjir, terdapat banyak gang kecil.

"Untuk yang kurang sementara paling perlengkapan peralatan untuk evakuasinya perahunya harus yang kecilan. Karena gang-gang kecil butuh alat khusus ya," ujarnya.

Lebih lanjut, kata Yonky, tim gabungan tiga pilar TNI-Polri dan Satpol PP sudah mengimbau masyarakat agar mengungsi dan bersedia untuk dievakuasi. Namun sebagian dari mereka memilih tetap bertahan di lantai atas rumah dan menunggu air surut.

"Orang-orang kalau minta tolong baru dipindahkan, kalau tidak ya sudah kita sudah dari awal sebelum banjir mengimbau dari RT/RW dari Pak Lurah dari 3 pilar mengimbau banjir ini melihat Katulampa kan baru ke sini sekitar 9 jam. Jadi jauh jauh hari sudah diinformasikan ada yang mau ada yang tidak (mengungsi). Yang mau langsung kita evakuasi, kalau tidak ya menetap di rumah. Masih menunggu air naik, berharap turun akhirnya tidak jadi-jadi (dievakuasi)," imbuhnya.

(mae/mae)