Keluarga Korban Sriwijaya Air SJ182 Gugat Boeing Bertambah

Tiara Aliya Azahra - detikNews
Minggu, 07 Feb 2021 14:08 WIB
Keluarga korban dan pihak maskapai pilot menaburkan bunga dari atas Kapal KRI Semarang-594, di kawasan Perairan Kepulauan Seribu, Jumat (22/1).
Tabur bunga korban Sriwijaya Air SJ182. (Pradita Utama/detikcom)
Jakarta -

Jumlah keluarga korban kecelakaan pesawat Sriwijaya Air SJ182 menggugat perusahaan Boeing di Chicago, Amerika Serikat, bertambah. Gugatan dilayangkan melalui kantor hukum Lex Justitia di Jakarta yang bekerja sama dengan kantor pengacara yang berpusat di Chicago, Nolan Law Group.

"Iya betul. Kami sudah berikan kuasa kepada Nolan untuk melakukan gugatan," kata salah satu perwakilan keluarga korban Sriwijaya SJ182, Slamet Bowo, saat dihubungi detikcom, Minggu (7/2/2021).

Bowo adalah adik kandung dari politikus Hanura sekaligus mantan Ketum PB HMI, Mulyadi P Tamsir yang menjadi korban jatuhnya pesawat Sriwijaya Air SJ182 di perairan Kepulauan Seribu. Ia berharap gugatan ini dapat mengobati luka keluarga atas kepergian kakaknya.

"Apa pun hasilnya nanti semoga bisa mengobati luka keluarga kami meski kakak saya tidak akan kembali," ujar Bowo.

Konsultan hukum Pratisman, yang tergabung dalam Lex Justitia, menyebutkan saat ini timnya masih berada di lapangan untuk mengakomodasi gugatan keluarga korban Sriwijaya Air SJ182 lainnya. Sejauh ini pihaknya telah menerima kuasa dari 10 keluarga korban SJ182.

"Itu ada 10 (keluarga korban) yang udah masuk, semuanya kan. Mungkin setelah Senin nanti baru kita masukkan lagi. Nunggu petisinya juga, ini kan libur soalnya," jelas Pratisman saat dihubungi terpisah.

Pratisman mengatakan, dari 10 keluarga korban itu, hanya satu yang berkenan untuk mengungkap namanya. Pratisman mengatakan keluarga korban menyerahkan sepenuhnya kepada kuasa hukum.

"Karena yang bersedia menyebutkan kan Pak Bowo dalam hal ini. Apalagi mereka memilih kita karena ada arahan dari, mereka kan keluarga besar HMI. Jadi mereka pilih kita karena sama-sama keluarga HMI jadi mereka berani. Kalau yang lain mereka nggak berani disebutkan. Nggak apa-apa 10 juga karena yang lain kita tunggu kelengkapan berkasnya," tuturnya.

Saksikan juga 'Terkuak! Kronologi Sriwijaya Air SJ182 Sebelum Hilang dari Radar':

[Gambas:Video 20detik]



Selanjutnya
Halaman
1 2