Cuaca Buruk, Kapal Asing AS Lego Jangkar di Kawasan Konservasi Alor NTT

Antara News - detikNews
Minggu, 07 Feb 2021 13:58 WIB
Bakamla Amankan 2 Kapal Super Tanker Asing di Perairan Natuna
Ilustrasi kapal, tidak terkait berita.
Kupang -

Sebuah kapal asing berbendera Amerika Serikat (AS) SY Wedy Mynd terpaksa lego jangkar di Kawasan Konservasi Perairan Kabupaten Alor, Nusa Tenggara Timur. Kapal asing itu lego jangkar akibat cuaca buruk dalam pelayaran menuju Timor Leste.

"Kapal tersebut sebelumnya berlayar dari Pelabuhan Benoa Bali pada 7 Januari 2021 menuju Timor Leste lewat jalur utara NTT," kata Kepala Cabang Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Provinsi NTT Wilayah Kabupaten Alor Muhammad Saleh Goro, dilansir Antara, Minggu (7/2/2021).

Saleh menjelaskan, kapal berbendera AS dengan bobot 14 grosston itu mengangkut satu keluarga terdiri atas empat orang. Ketika berlayar, kapal itu dihantam cuaca buruk berupa angin kencang dan gelombang tinggi sehingga mereka terpaksa masuk dan berlabuh di WPP RI 714 kawasan konservasi perairan Kabupaten Alor pada Sabtu (6/2).

Menurut Saleh, keberadaan kapal asing itu diketahui berdasarkan informasi dari Danposramil Kelurahan Kabola Serma Jacob Klakik dan Ketua Pokmaswas Sinar Kabola Sardin Lotang bahwa di sekitar perairan Pulau Sikka, tepatnya di Tanjung Mali terlihat satu unit kapal asing sedang berlabuh dan lego jangkar.

Menindaklanjuti informasi tersebut, pihaknya langsung menugasi tim ke lokasi dengan terlebih dahulu berkoordinasi bersama lurah dan tim dari Kodim 1622 Alor yang sudah berada di lokasi dan selanjutnya bersama-sama menuju kapal untuk mendapatkan informasi lebih lanjut.

"Tim melakukan pemeriksaan terhadap penumpang dan dokumen kapal dengan tetap menerapkan protokol kesehatan COVID-19," katanya.

Dari pemeriksaan yang dilakukan petugas, ditemukan bahwa mereka tidak mengetahui lokasi berlabuh merupakan kawasan konservasi perairan karena tidak tertera di Peta Laut yang digunakan dalam pelayaran. Namun mereka mengerti tentang pentingnya menjaga ekosistem laut.

Hal ini dibuktikan dengan mereka membuang jangkar di atas wilayah berpasir dan tidak berbatu. Saleh juga menambahkan, karena lokasi berlabuhnya kapal tersebut merupakan zona inti, tim langsung menyarankan agar berpindah ke lokasi sekitar pelabuhan Maimol.

"Nahkoda kapal bernama Adam Harris Harteau menyetujui untuk berlabuh pada tempat yang telah ditunjuk oleh tim dan mereka akan bertahan hingga kondisi memungkinkan untuk melanjutkan pelayaran ke Timor Leste," ungkap Saleh.

Saksikan juga 'Detik-detik Kapal KKP Pergoki Kapal Pencuri Ikan di Selat Malaka':

[Gambas:Video 20detik]



(zap/gbr)