Simpatisan FPI Terduga Teroris Jelaskan Baiat ke Al-Baghdadi di 2015

Tim detikcom - detikNews
Minggu, 07 Feb 2021 11:19 WIB
Jakarta - Seorang simpatisan FPI, Anzhar, membuat pengakuan pernah berbaiat kepada Islamic State of Iraq and Syria (ISIS) pimpinan Abu Bakar al-Baghdadi. Dia dibaiat pada 2015.

Pengakuan itu terungkap lewat sebuah video berdurasi 5 menit 39 detik. Pria yang mengaku kelahiran Makassar pada 1982 itu menyebut mulai bergabung menjadi simpatisan FPI sejak 2013.

"2013 saya mulai bergabung di FPI dan mengikuti aksi (sweeping) miras, kalau video yang saya ikuti, cuma aksinya karena saya termasuk simpatisan bukan anggota. Dan saya mengikuti sweeping miras 3 kali," ujarnya dalam video yang dilihat, Minggu (7/2/2021).

Dari sweeping itu, lanjut dia, air minuman keras dibuang ke Pantai Losari, Makassar. Botolnya kemudian diserahkan ke pihak polisi.

Lalu, pada 2015, Anzhar menuturkan mengikuti tabligh akbar di Makassar. Dalam acara itu, dia menyebutkan sejumlah anggota FPI yang hadir, salah satunya eks Sekum FPI Munarman.

"Pengisi acara tersebut ada ustaz Munarman, ustaz Ansori, dan ustaz Basri, dan beberapa anggota FPI ustaz Agus Salim, Abdurahman, Bang Yos, Abu Amal, Akbar, Muslimin, Mizwan, Ipul, Wawan, dan saya sendiri," ujarnya.

Dalam acara itu, sejumlah orang dibaiat. Anzhar belum dibaiat di acara tablig akbar itu.

"Pada saat itu, (saya) ada di belakang tidak perhatikan di mana baiat jadi saya tak mengikuti baiat," jelasnya.

Anzhar kembali hadir di acara rutin majelis taklim. Beberapa orang yang tak dibaiat di acara tablig akbar dibaiat di kegiatan Selasa malam tersebut.

"Saya hadir di taklim rutin hari Selasa malam. Si situ saya baiat dipimpin ustaz Basri karena ustaz Basri menyampaikan yang tidak baiat hari Ahad bisa baiat Selasa malam," paparnya.

Dalam video tersebut, kemudian ada seorang pria yang bertanya mengenai pembaiatan tersebut.

"Ini baiat kepada siapa?" ujar seorang pria yang tak terlihat dalam video.

"Abu Bakar al-Baghdadi," jawab Anzhar.

Anzhar lantas menceritakan kegiatan taklim yang berpindah-pindah. Dia mengatakan sempat mengikuti taklim di kediaman Rizaldi. Singkat cerita, Anzhar juga mengakui bahwa dia sempat ikut latihan menembak di Kabupaten Pangkep.

"Akhir 2020 saya ikuti latihan menembak di kabupaten Pangkep," jelas dia.

Selain Anzhar, pemuda bernama Muhammad Fikri berbicara pernah dibaiat. Lokasinya masih di Makassar dan dia ditangkap pada 26 Januari 2021 kemarin.

"Saya ditangkap sebab tahun 2015 saya pernah mengikuti baiat yang dihadiri oleh ustaz Basri pemimpin acara, ustaz Fauzan penerbit buku dan ustaz Munarman panglima DPP FPI dan yang mewakili FPI dan peserta yang saya kenal itu Muhammad Rizaldi Bapak saya, Ajis, Muhammad Fikri saya sendiri, Pak Iwan, dan simpatisan FPI saya kenal itu Emil, Raihan Imran, Jamal, Hanif, dan 100 yang saya tak kenal," tuturnya.

Dia juga kerap mengikuti sejumlah taklim yang membahas soal syirik jimat, syirik berhala, hingga syirik demokrasi. Fikri juga mengaku beberapa ali mengikuti aksi sweeping miras.

Bantahan Pengacara FPI

Pihak FPI sudah membantah soal pengakuan terduga teroris yang juga simpatisan FPI terkait adanya kegiatan baiat ke Islamic State of Iraq and Syria (ISIS). FPI menyebut acara di Makassar tersebut merupakan diskusi politik. Sejumlah tokoh-tokoh FPI juga hadir.

"Membantah keras pernyataan saudara AA yang menyatakan pernah terjadi baiat dukungan kepada ISIS yang dilakukan di bekas markas daerah laskar FPI Jalan Sungai Limboto Makassar," pernyataan FPI yang diberikan oleh pengacara FPI, Aziz Yanuar, Kamis (4/2/2021).

Berikut pernyataan FPI:

1. Saudara AA tidak pernah terdaftar sebagai anggota Laskar Front Pembela Islam Makassar maupun di kota atau Kabupaten lainnya yang ada di provinsi Sulawesi Selatan;

2. Bahwa yang bersangkutan pernah ikut kegiatan yang dilakukan oleh Front Pembela Islam Makassar maka tidak secara otomatis saudara a menjadi anggota Front Pembela Islam;

3. Acara taklim rutin Front Pembela Islam yang dilaksanakan setiap hari Sabtu setelah salat Isya adalah acara yang terbuka untuk umum sehingga siapapun bisa hadir dan ikut dalam acara taklim rutin tersebut;

4. Membantah keras pernyataan saudara AA yang menyatakan pernah terjadi baiat dukungan kepada ISIS yang dilakukan di bekas markas daerah laskar FPI Jalan Sungai Limboto Makassar. Adapun acara yang dilaksanakan pada saat itu adalah diskusi umum terkait kondisi perpolitikan dunia secara global yang dihadiri oleh tiga narasumber yakni H Munarman SH, Ustaz M Basri, dan Ustaz Fauzan.

5. Terkait kehadiran H Munarman dari Jakarta adalah sebagai narasumber yang diundang dan tidak ada kaitannya dengan isu ISIS apalagi dikaitkan dengan bagian seperti yang dinyatakan oleh saudara AA. (idn/gbr)