Pengacara Bantah Ada Acara Baiat ke ISIS di Bekas Markas FPI Makassar

Tim detikcom - detikNews
Jumat, 05 Feb 2021 07:39 WIB
Peserta aksi yang tergabung dalam Barisan Relawan Bhinneka Jaya (Barabaja) berunjuk rasa dengan membawa poster di depan Istana Merdeka Jakarta, Senin (10/2/2020). Mereka menolak rencana pemulangan sekitar 600 warga negara Indonesia (WNI) eks ISIS kembali ke Indonesia. ANTARA FOTO/Wahyu Putro A/wsj.
ilustrasi (Foto: ANTARA FOTO/Wahyu Putro A)
Makassar - Front Pembela Islam (FPI) membantah pernyataan salah satu terduga teroris yang juga simpatisan FPI, Ahmad Aulia (AA), terkait adanya kegiatan baiat ke Islamic State of Iraq and Syria (ISIS). FPI membantah pernyataan Ahmad Aulia.

"Membantah keras pernyataan saudara AA yang menyatakan pernah terjadi baiat dukungan kepada ISIS yang dilakukan di bekas markas daerah laskar FPI Jalan Sungai Limboto Makassar," pernyataan FPI yang diberikan oleh pengacara FPI, Aziz Yanuar, Kamis (4/2/2021).

FPI menyebut acara di Makassar tersebut merupakan diskusi politik. Sejumlah tokoh-tokoh FPI juga hadir.

"Acara yang dilaksanakan pada saat itu adalah diskusi umum terkait kondisi perpolitikan dunia secara global yang dihadiri oleh tiga narasumber yakni H Munarman SH, Ustaz M.Basri (almarhum) dan Ustaz Fauzan (almarhum)," pernyataan FPI.

Selain itu, FPI juga membantah kehadiran Munarman di acara tersebut terkait baiat ke ISIS. Munarman diundang ke acara tersebut untuk menjadi narasumber.

Selain itu, FPI menyatakan Ahmad Aulia tidak terdaftar sebagai anggota FPI. "Saudara AA tidak pernah terdaftar sebagai anggota Laskar Front Pembela Islam Makassar maupun di kota atau Kabupaten lainnya yang ada di provinsi Sulawesi Selatan," jelasnya.

Berikut pernyataan FPI:

1. Saudara AA tidak pernah terdaftar sebagai anggota Laskar Front Pembela Islam Makassar maupun di kota atau Kabupaten lainnya yang ada di provinsi Sulawesi Selatan;

2. Bahwa yang bersangkutan pernah ikut kegiatan yang dilakukan oleh Front Pembela Islam Makassar maka tidak secara otomatis saudara a menjadi anggota Front Pembela Islam;

3. Acara taklim rutin Front Pembela Islam yang dilaksanakan setiap hari Sabtu setelah salat Isya adalah acara yang terbuka untuk umum sehingga siapapun bisa hadir dan ikut dalam acara taklim rutin tersebut;

4. Membantah keras pernyataan saudara AA yang menyatakan pernah terjadi baiat dukungan kepada ISIS yang dilakukan di bekas markas daerah laskar FPI Jalan Sungai Limboto Makassar. Adapun acara yang dilaksanakan pada saat itu adalah diskusi umum terkait kondisi perpolitikan dunia secara global yang dihadiri oleh tiga narasumber yakni H Munarman SH, Ustaz M Basri, dan Ustaz Fauzan.

5. Terkait kehadiran H Munarman dari Jakarta adalah sebagai narasumber yang diundang dan tidak ada kaitannya dengan isu ISIS apalagi dikaitkan dengan bagian seperti yang dinyatakan oleh saudara AA.

Sebelumnya, Tim Densus 88 Antiteror Polri menangkap sejumlah terduga teroris di Makassar beberapa waktu lalu. Kapolda Sulsel Irjen Merdisyam menyebutkan beberapa terduga teroris yang ditangkap adalah simpatisan FPI.

"Iya, hasil pemeriksaan Densus itu mereka memang anggota FPI Makassar. Tapi tidak semua (terduga teroris yang ditangkap adalah anggota FPI)," kata Kapolda Sulsel Irjen Merdisyam kepada detikcom, Kamis (4/2).

Merdisyam mengatakan para anggota FPI itu berbaiat kepada ISIS pimpinan Abu Bakar al-Baghdadi.

Salah satu terduga teroris yang merupakan simpatisan FPI berinisial Ahmad Aulia (30). Ahmad Aulia membuat kesaksian dalam bentuk video.

"Saya ditangkap pada tanggal 6 Januari 2021 di Polda Sulsel. Adapun saya ditahan atau ditangkap di kantor polisi Polda Sulawesi Selatan karena berbaiat kepada Daulatul Islam yang memimpin Daulatul Islam, yaitu Abu Bakar Al-Baghdadi, saat deklarasi FPI mendukung Daulatul Islam pada Januari 2015," ujar Ahmad Aulia dalam tayangan video.

Ahmad Aulia mengaku ikut berbaiat dengan seratusan simpatisan FPI di markas FPI Makassar, Jalan Sungai Limboto, Makassar, Sulawesi Selatan. Pembaiatan itu dihadiri sejumlah pengurus FPI pusat dan Makassar.

"Saya berbaiat dihadiri oleh Munarman selaku pengurus FPI pusat pada saat itu, Ustaz Fauzan dan Ustaz Basri, yang memimpin baiat pada saat itu," katanya. (isa/mae)