Menhub Bertolak ke Semarang, Cek Bandara-Stasiun Terdampak Banjir

Adhyasta Dirgantara - detikNews
Minggu, 07 Feb 2021 09:59 WIB
Komisi V DPR RI menggelar rapat kerja (raker) dengan Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi hingga Sriwijaya Air, di ruang Komisi V Gedung Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (03/02/2021). Rapat yang dimulai pada pukul 13.00 WIB, membahas terkait kecelakaan jatuhnya pesawat Sriwijaya Air SJ182.
Menhub Budi Karya Sumadi (Rengga Sancaya/detikcom)
Jakarta -

Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi (BKS) melakukan kunjungan ke Semarang, Jawa Tengah, pagi ini. Menhub Budi ingin melakukan peninjauan terhadap simpul-simpul transportasi, seperti bandara, stasiun, pelabuhan, dan terminal, yang terkena dampak banjir di Semarang.

Adapun Budi mendapat laporan bahwa Bandara Ahmad Yani, Semarang, sudah bisa beroperasi pagi ini. Pasalnya, bandara tersebut memang sempat ditutup karena runway digenangi air.

"Saya mendapat laporan bahwa Bandara Ahmad Yani Semarang mulai Minggu pagi ini sudah bisa digunakan dengan catatan tertentu. Oleh karena itu, saya ingin mengecek kondisi terkini di bandara dan juga di stasiun dan pelabuhan," ujar Budi melalui keterangan tertulis, Minggu (7/2/2021).

Sementara itu, berdasarkan laporan Kantor Kesyahbandaraan dan Otoritas Pelabuhan Kelas I (KSOP) Semarang, kondisi terminal penumpang di Pelabuhan Tanjung Emas yang kemarin tergenang banjir, hari ini berangsur-angsur mulai surut. Pompa disiagakan oleh KSOP Semarang untuk menyedot air.

Lebih lanjut, kondisi Stasiun Tawang dan jalur kereta api di sejumlah titik hingga pagi ini masih terendam air. Alhasil, perjalanan kereta api masih belum bisa beroperasi. Meski begitu, genangan air di Stasiun Poncol sudah mulai surut.

PT KAI pun bereaksi melakukan perubahan pola operasi pada perjalanan kereta api jarak jauh. PT KAI mengalihkan perjalanan ke jalur selatan dan mengalihkan para penumpang kereta api dengan menggunakan transportasi bus.

Curah hujan tinggi di Semarang menyebabkan terjadinya banjir yang menyebabkan sejumlah simpul-simpul transportasi di Semarang, seperti bandara, stasiun, dan pelabuhan, tidak dapat beroperasi karena terendam air. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) sendiri sudah memprediksi bahwa sejumlah daerah berpotensi mengalami hujan lebat mulai Jumat (5/2) hingga beberapa hari ke depan.

Sebelumnya diberitakan, Stasiun Tawang Semarang saat ini masih tergenang banjir. Dua perjalanan kereta api jarak jauh dialihkan karena lintasan yang terimbas banjir.

"KA yang dialihkan rutenya adalah KA-KA jarak jauh: KA Argo Bromo anggrek, KA Dharmawangsa dialihkan lewat jalur selatan mulai dari Stasiun Gambringan menuju Solo. Sedangkan KA Maharani dari Surabaya mestinya tujuan Semarang, hanya berakhir di Stasiun Brumbung," kata Humas PT Kai Daop 4 Semarang Krisbiyantoro kepada wartawan, Minggu (7/2).

Krisbiyantoro mengatakan perjalanan KA Maharani yang berakhir di Stasiun Brumbung, Demak, dilanjutkan dengan perjalanan bus.

"Pola operasi, penumpang dioper dengan menggunakan bus. Sedangkan KA lokal Kaligung Semarang-Tegal semua berjalan normal," kata Krisbiyantoro.

Bandara Ahmad Yani Semarang juga ditutup kemarin. Ada genangan di taxi way, juga banyak burung di runway. Sejumlah penerbangan dibatalkan. Operasional bandara dibuka lagi, Minggu (7/2), pukul 06.00 WIB.

(gbr/gbr)