BMKG Bicara Misteri Dentuman Antara Petir dan Lapisan Inversi di Langit

Wilda Hayatun Nufus - detikNews
Sabtu, 06 Feb 2021 20:36 WIB
Ilustrasi fokus (bukan buat insert) Dentuman Misterius di Jabar-Sumsel (Andhika Akbaryansyah/detikcom)
Ilustrasi Dentuman Misterius (Andhika Akbaryansyah/detikcom)
Jakarta -

Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menjelaskan soal kemungkinan asal-usul bunyi dentuman yang terjadi di akhir-akhir waktu ini. Daryono menjelaskan inversi suhu merupakan fenomena tertindihnya lapisan udara dingin oleh lapisan yang lebih hangat.

"Suara dentuman yang beberapa kali terjadi di berbagai daerah, yang selama ini menjadi misteri, biang penyebabnya adalah keberadaan lapisan inversi di atmosfer kita. Dalam ilmu meteorologi kita mengenal istilah 'inversi suhu' yaitu tertindihnya lapisan udara dingin oleh lapisan udara yang lebih hangat di atmosfer," kata Kepala Bidang Mitigasi Gempa Bumi dan Tsunami BMKG Daryono dalam keterangan pers tertulisnya seperti dikutip Sabtu (6/2/2021).

Daryono menerangkan lapisan udara ini terbentuk karena adanya perpaduan lapisan hangat dan dingin yang menyebar pada atmosfer. Lapisan hangat itu bersumber dari berbagai aktivitas mulai dari penyinaran matahari yang diterima hingga aktivitas yang terjadi di perindustrian.

"Lapisan udara ini terbentuk jika ada udara hangat naik ke atas lapisan udara yang lebih dingin, kemudian menyebar dan meluas di atmosfer. Adapun sumber panas tersebut dapat berasal dari aktivitas industri, kebakaran, lalu lintas, pelepasan panas penyinaran matahari yang diterima, radiasi permukaan bumi dan lain-lain," tuturnya.

Daryono mengungkapkan fenomena seperti itu tidak lazim terjadi saat suhu udara berada ditahap normal. Hal itu karena lapisan inversi terjadi jika ada udara panas yang bergerak di lain tempat.

"Fenomena ini sebenarnya tidak lazim karena umumya tidak demikian, karena dalam kondisi normal suhu udara semakin tinggi mestinya makin dingin, sehingga fenomena terbentuknya lapisan inversi hanya dapat terjadi pada waktu tertentu selama syarat terbentuknya terpenuhi. Lapisan inversi juga dapat terbentuk bilamana ada anomali tekanan di atmosfer atau ada udara panas yang bergerak dari tempat lain," katanya.

Daryono mengatakan udara panas yang naik ke atmosfer akan tertahan di lapisan hangat dan membentuk tudung. Hal itulah yang menyebabkan udara panas tertahan dan menutupi kawasan di sekelilingnya.

"Udara panas dan gas yang sedang bergerak naik ke atmosfer, akan tertahan lapisan udara hangat ini, karena membentuk semacam tudung (inversion cap) yang menutupi kawasan dan menjebak gas dan panas yang naik dari bumi," ungkapnya.

Daryono mengatakan beberapa orang dapat mendengar suara aneh saat terbentuknya lapisan inversi di atmosfer itu. Bahkan, kata Daryono, suara kendaraan atau petir pun bisa terpantul dari lapisan inversi.

"Hal ini terjadi karena lapisan inversi berperan sebagai pemantul kurang sempurna bagi gelombang akustik, gelombang radio, dan bahkan cahaya," lanjutnya.

Lapisan inversi dapat membuat suara yang terbentuk itu terdengar hingga jarak jauh. Fenomena itu terjadi karena lapisan inversi terjebak dalam ruang sempit.

"Lapisan inversi juga dapat membuat suara lebih keras hingga terdengar jauh. Ibarat kita membunyikan klakson mobil di garasi yang tertutup, tentu lebih keras dibanding bunyi klakson di jalan raya. Ini karena suara terjebak pada ruang sempit," ungkapnya.

Daryono menjelaskan gelombang akustik yang dapat dipantulkan lapisan inversi adalah berbentuk suara. Sehingga dalam konteks inversi suhu, suara petir akan menjadi bias ke bawah dan dianatomikan mirip dentuman.

"Secara teori, suara adalah gelombang akustik yang sudah terbukti dapat dipantulkan lapisan inversi. Dalam kondisi inversi suhu, gelombang suara akan dibiaskan ke bawah, dan oleh karena itu dapat terdengar pada jarak yang lebih jauh," ucap Daryono.

"Inilah konsep dasar mengapa lapisan inversi dapat membuat suara petir terdengar hingga jauh karena proses multi refleksi. Suara petir jika sudah jauh dan dalam kondisi atmosfer tertentu dapat berubah 'anatominya' sehingga tidak lagi seperti suara petir asli di sumbernya, tetapi dapat mirip dentuman," imbuhnya.

lapisan inversi bisa membuat gelombang kejut, baca di halaman selanjutnya..

Selanjutnya
Halaman
1 2