Satgas COVID-19 Ungkap Peta Zonasi Kepatuhan Masker, Daerah Mana Saja?

Tim Detikcom - detikNews
Jumat, 05 Feb 2021 19:01 WIB
Reisa Broto Asmoro
Foto: Dok. Instagram @reisabrotoasmoro
Jakarta - Jubir pemerintah untuk penanganan COVID-19, dr Reisa Broto Asmoro, mengungkap ada 118 daerah yang mematuhi pemakaian masker. Ia mendorong daerah lainnya mengikuti tingkat kepatuhan pemakaian masker tersebut.

"Temuan dari Satgas Penanganan COVID-19 baru dari 118 dari 514 kabupaten/kota yang mempraktikkan 3M dengan sangat baik dengan kepatuhan di atas 90%, masyarakat kabupaten kota inilah yang berjasa membantu meringankan beban rumah sakit dan tenaga medis, Anda pahlawan kami, terima kasih banyak," kata Reisa, dalam konferensi pers yang disiarkan di YouTube Sekretariat Presiden, Jumat (5/2/2021).

Ia mengatakan masih ada tantangan bagi masyarakat untuk mematuhi protokol kesehatan pemakaian masker. Padahal, masker berfungsi untuk melindungi diri dari bahaya terpapar Corona.

"Pekerjaan rumah terbesar adalah bahwa seluruh masyarakat Indonesia harus memperhatikan 3M dengan tingkat kepatuhan yang tinggi, hanya itu sebenarnya cara kita melindungi diri dan meringankan beban rumah sakit dan tenaga medis. Hanya dengan bersama-sama disiplin 3M kita dapat bantu menyelamatkan nyawa pasien COVID-19," ujarnya.

Dokter Reisa menyebut, jika ada lebih 500 kabupaten/kota mematuhi protokol kesehatan, hal itu dapat menjadi benteng kuat untuk mencegah penularan COVID-19. Ia berharap masyarakat punya kesadaran meningkatkan kepatuhan protokol kesehatan memakai masker, menjaga jarak, dan mencuci tangan.

Dokter Reisa mengatakan saat ini kasus aktif COVID-19 masih tinggi, saat ini justru kian meningkat melewati angka 175 ribu atau menjadi 176.672 kasus. Adapun kasus aktif COVID-19 tersebut sebagian dirawat di rumah sakit dan menghadapi risiko sakit berat dan kritis.

"Ada hubungan yang erat antara kenaikan kasus aktif dan angka kematian apabila kasus aktifnya turun, maka kemungkinan besar angka kematian akan turun. Mengapa demikian, karena waktu energi dan pikiran tim medis akan fokus merawat pasien yang lebih sedikit dan rasio penyembuhan akan lebih baik," ujar dr Reisa.

Dokter Reisa berpesan agar masyarakat lebih memperhatikan dengan ketat protokol kesehatan 3M, memakai masker dengan baik, menjaga jarak, tidak berkerumun, dan mencuci tangan sesering mungkin. Hal itu untuk membantu tenaga kesehatan dan mengurangi risiko terpapar corona.

"Jadi kesimpulannya sudah jelas bahwa solusi terbaik dari meningkatkan kesembuhan pasien COVID-19 adalah tidak membebani lagi kapasitas rumah sakit dan tenaga medis yang sekarang sudah sangat berat," ungkapnya. (yld/gbr)