KPK Dalami Dugaan Eks Stafsus Edhy Prabowo Beri Perhiasan ke Devi Komalasari

Farih Maulana Sidik - detikNews
Jumat, 05 Feb 2021 10:57 WIB
Gedung KPK
Foto: Ari Saputra/detikcom
Jakarta - KPK terus mengusut satu per satu aliran dana hasil suap benih lobster atau benur. KPK mendalami adanya pemberian perhiasan dan jam tangan mewah oleh seorang tersangka kepada saksi bernama Devi Komalasari.

Adanya pemberian perhiasan dan jam tangan mewah itu terungkap dari pemeriksaan seorang saksi Devi Komalasari. KPK menyebut Devi Komalasari diberi barang tersebut oleh mantan Staf Khusus (Stafsus) Edhy Prabowo, Andreau Pribadi Misanta.

"Devi Komalasari (swasta) diperiksa dan dikonfirmasi tim penyidik KPK terkait adanya barang di antaranya berupa perhiasan, jam tangan mewah, dan barang lainnya yang diduga diterima oleh saksi dari tersangka APM (Andreau Pribadi Misanta)," kata Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri kepada wartawan, Jumat (5/2/2021).

Devi diperiksa KPK pada Kamis (4/2). Ali menyebut KPK akan mendalami lebih jauh terkait jenis dan jumlah barang yang diberikan Andreau Pribadi Misanta kepada Devi Komalasari.

"Mengenai jenis dan jumlah barang tersebut akan didalami dan dikonfirmasi lebih lanjut kepada pihak-pihak lain," ujar Ali.

Dalam kasus ini, KPK menetapkan Edhy Prabowo sebagai tersangka kasus suap ekspor benur. Dia dijerat bersama enam tersangka lainnya.

Enam orang tersebut adalah Safri sebagai mantan staf khusus Edhy Prabowo dan Andreau Pribadi Misanta, Siswadi sebagai pengurus PT Aero Citra Kargo (PT ACK), Ainul Faqih sebagai staf istri Edhy Prabowo, Amiril Mukminin sebagai sekretaris pribadi Edhy Prabowo, serta Suharjito sebagai Direktur PT DPP.

Secara singkat, PT DPP merupakan calon eksportir benur yang diduga memberikan uang kepada Edhy Prabowo melalui sejumlah pihak, termasuk dua stafsusnya. Dalam urusan ekspor benur ini, Edhy diduga mengatur agar semua eksportir melewati PT ACK sebagai forwarder dengan biaya angkut Rp 1.800 per ekor.

KPK menduga suap untuk Edhy Prabowo ditampung dalam rekening anak buahnya. Salah satu penggunaan uang suap yang diungkap KPK adalah ketika Edhy Prabowo berbelanja barang mewah di Amerika Serikat (AS), seperti jam tangan Rolex, tas LV, dan baju Old Navy. (fas/lir)