Polisi Ungkap Kronologi Bentrokan 2 Ormas di Lenteng Agung Jaksel

Yogi Ernes - detikNews
Kamis, 04 Feb 2021 22:58 WIB
Ilustrasi tawuran
Foto Ilustrasi (Edi Wahyono/detikcom)
Jakarta -

Dua ormas bentrok di wilayah Lenteng Agung, Jakarta Selatan. Polisi menyebut bentrokan dipicu perebutan lahan parkir.

Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Selatan AKBP Jimmy Christian Samma mengatakan bentrokan terjadi pada Rabu (3/2) pukul 19.00 WIB. Bermula ketika ada dua anggota ormas yang meminta uang kepada pedagang buah.

"Dua orang anggota FBR ingin meminta sejumlah uang kepada pedagang buah, namun ada anggota PP di sekitar situ yang mengklaim sebagai wilayah PP," kata Jimmy kepada wartawan, Kamis (4/2/2021).

Lokasi bentrokan terjadi di lapak pedagang buah, tepatnya di depan Stasiun Lenteng Agung, Jakarta Selatan.

Kedua anggota ormas yang meminta uang tersebut kemudian pergi. Namun tidak lama kemudian, keduanya datang kembali bersama sejumlah rekannya hingga terjadi bentrokan.

"Kedua orang tersebut pergi dan datang kembali bersama sekitar 15 orang dan terjadilah gesekan," imbuh Jimmy.

Mendengar adanya keributan, polisi segera bergerak menuju lokasi. Jajaran Polsek Jagakarsa dibantu Polres Metro Jakarta Selatan pun segera membubarkan keributan tersebut.

Sekitar pukul 22.40 WIB situasi kondusif. Massa bubar dan polisi kemudian memediasi kedua kelompok ormas tersebut.

"Pukul 21.45 WIB sampai dengan pukul 22.40 WIB dilaksanakan pertemuan mediasi FBR diwakili Sarmulih dan Saudara Kakek dan PP diwakili Saudara Samsudin dan Saudara Yudi," ungkap Jimmy.

Usai dimediasi, kedua pihak ormas yang sempat bertikai ini sepakat menyelesaikan persoalan tersebut secara kekeluargaan.

"Mereka membuat kesepakatan isinya itu terjadi karena kesalahpahaman," imbuhnya.

Sebelumnya, Jimmy menyebutkan adanya motif perebutan lahan parkir terkait bentrokan tersebut. Kedua pihak mengklaim menguasai lahan parkir tersebut.

"Soal (rebutan) lahan parkir. Lahan-lahan jualan pedagang-pedagang buah di situ," kata Kasat Reskrim Polres Jakarta Selatan AKBP Jimmy Christian Samma saat dihubungi detikcom, Kamis (4/2/2021) pagi.

Bentrokan itu terjadi pada Rabu (3/2) malam. Menurut Jimmy kedua ormas terlibat saling serang dengan menggunakan bambu dan batu. Polisi memastikan tidak ada orang yang diamankan dari bentrokan tersebut.

(ygs/mea)