Dana Hibah Pariwisata Tak Cair Hingga Didemo, Kadispar Makassar Dicopot

Ibnu Munsir - detikNews
Kamis, 04 Feb 2021 16:07 WIB
Pj Walkot Makassar Rudy Djamaluddin (Ibnu Munsir/detikcom).
Foto: Pj Walkot Makassar Rudy Djamaluddin (Ibnu Munsir/detikcom).
Makassar - PJ Wali Kota Makassar, Rudy Djamaluddin mencopot Kepala Dinas Pariwisata (Kadispar) Rusmayani Madjid. Pencopotan dilakukan lantaran tak cairnya dana hibah dari Kementerian Pariwisata ke Pemerintah Kota Makassar.

"Terus terang masalah hibah Pariwisata hal yang sangat penting untuk stimulus ekonomi kita. Memang kadang kalau kita kurang semangat sehingga terjadi perlambatan perlambatan, akibatnya tidak turun (dana hibah) sehingga saya butuh percepatan kita butuh energi barulah," kata PJ Wali Kota Makassar, Rudy Djamaluddin, di Balai Kota Makassar, Makassar, Kamis (4/2/2021).

Rudy mengatakan adanya perlambatan membuat rumah jabatan miliknya didemo oleh pihak hotel. Ia enggan mentoleransi SKPD-nya yang dinilai bekerja lambat dan harus mengambil tindakan pencopotan.

"Ini non aktif, saya butuh percepatan, kemarin kita di demo. Saya sampaikan saya mengaku salah, saya sebagai penangung jawab Pemerintah Kota Makassar saya minta maaf, saya tak ingin menutupi kesalahan anggota saya, tapi di satu sisi secara internal saya tak mentolenransi kerja kerja lambat," jelasnya.

Rudy mengaku selama ini tak pernah menerima laporan terkait dana hibah. Ia juga tak tahu soal laporan dan progres dana hibah Pariwisata. Karena itu, untuk mengisi sementara kursi di Dinas Pariwisata pihaknya menunjuk PLH sementara.

"Pemeriksaan itu BKD. Saya tak pernah dijelaskan, saya juga tak tahu, tidak pernah melapor tidak pernah apa, ini leading sektor pariwisata. Penggantinya sudah tahulah, iya sekretarisnyalah," terang Rudy.

Sementara itu, Kadis Pariwisata Kota Makassar yang dicopot dari jabatannya menerima keputusan tersebut. Hanya saja ia heran dengan sikap dan keputusan PJ Wali Kota Makassar yang mencopotnya lantaran dinilai kurang maksimal.

"Kalau saya sudah bekerja dengan baik dan masalah dana hibah staf saya tanya sudah bekerja baik memperjuangkan dana hibah," kata Maya.

Maya heran lantaran dirinya yang dicopot oleh PJ Wali Kota Makassar. Menurutnya, pencopotan tak boleh dilakukan sebelum dilakukan pemeriksaan oleh Inspektorat.

"Saya tidak pernah dipanggil oleh inspektorat, tidak pernah, tidak pernah sama sekali, kenapa langsung dicopot. Ini kerja tim, kenapa saya yang dicopot kan ada PTSP, Hukum, Bapenda dan Ispektorat harusnya mereka juga, ini ada apa," paparnya.

Namun Maya tetap menerima keputusan tersebut. Ia juga menghargai keputusan PJ Wali Kota Makassar yang melakukan evaluasi dirinya.

"Tapi ya hak pimpinan dan menghargai keputusan pimpinan," tutup Maya. (mae/mae)