Polisi Bongkar Peredaran Liquid Cair Isi Narkoba di Riau

Raja Adil Siregar - detikNews
Kamis, 04 Feb 2021 14:14 WIB
Polisi saat menunjukkan barang bukti liquid cair mengandung narkoba (Raja Adil/detikcom)
Polisi saat menunjukkan barang bukti liquid cair mengandung narkoba. (Raja Adil/detikcom)
Pekanbaru -

Polisi membongkar peredaran liquid cair berisi narkoba di Pasir Putih, Kampar, Riau. Dalam kasus ini, polisi menangkap dua kurir JA (38) dan MS (40).

"21 Januari lalu kami mendapat informasi bahwa di KM 7 Pasir Putih, ada peredaran narkoba jenis baru. Ada narkoba dikemas seperti liquid cair," ujar Kapolda Riau Irjen Agung Setya Imam Effendi di Mapolda Riau, Kamis (4/1/2021).

Agung mengatakan, dari informasi pada 21 Januari lalu, polisi mengecek langsung ke lokasi. Polisi kemudian melihat JA tengah menunggu seseorang untuk mengantarkan paket.

"Pria mencurigakan ini ditangkap. Setelah itu, dilakukan interogasi dan dikembangkan ke rumah JA, ditemukan 50 botol narkoba dalam kemasan botol liquid," ujar Kapolda.

Dari hasil pemeriksaan, polisi juga mendapat informasi peredaran liquid cair berisi narkoba itu dikendalikan dari dalam lapas di Sumatera Barat. Agung mengatakan pihaknya saat ini masih mendalami kasus ini.

"Pengendali ada di dalam lapas Sumatera Barat. Saat ini masih dalam pemeriksaan, dari mana barang didapat dan seperti apa peredarannya," kata Agung.

Sementara itu, Direktur Reserse Narkoba Polda Riau Kombes Victor Siagian mengatakan cara para pelanggan yang menggunakan liquid berisi narkoba itu masih terbatas. Polisi juga akan melakukan operasi pasar untuk mengecek apakah liquid berisi narkoba itu sudah beredar secara umum atau belum.

"Pemesanan masih tertutup, apakah liquid sudah ada di pasaran ini masih terus kami dalami. Dalam waktu dekat kami lakukan operasi pasar untuk melihat apakah sudah beredar atau belum secara umum," kata Victor.

Victor menyebut kandungan liquid berisi narkoba itu sangat berbahaya. Efek samping yang dirasakan, penggunanya akan hilang kesadaran.

"Hasil uji lab positif mengandung MDMA, methylenedioxy, methamphetamine, atau yang dikenal dengan ekstasi. Ini adalah obat sintetis, dapat mengubah suasana hati dan persepsi atau kesadaran objek terhadap kondisi sekitarnya," ucapnya.

"Penggunaannya ini berbeda dengan liquid rokok elektrik. Untuk ini, pengguna cukup konsumsi dicampur air dan sudah dapat dirasakan efeknya yang cukup berbahaya," katanya.

Liquid isi narkoba ini dijual seharga Rp 1 juta per botol. Tiap satu botol liquid itu berisi 25 ml cairan campuran narkoba.

(ras/man)