Max Sopacua Tak Akan Tuntut PD soal Isu Kudeta: Mereka Bilang Sorry

Eva Safitri - detikNews
Kamis, 04 Feb 2021 12:51 WIB
Para elite Partai Demokrat merapat ke kediaman Ketum Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) membahas capres/cawapres hingga koalisi Pilpres 2019 di Jl Mega Kuningan VIII, Jakarta Selatan, Senin (9/7/2018). Mereka adalah Agus Hermanto, Syarief Hasan, Nachrowi Ramli, Melani Leimena, Amir Syamsudin, Max Sopacua, EE Mangindaan, dan Hinca Panjaitan.
Max Sopacua (Agung Pambudhy/detikcom)
Jakarta -

Mantan Waketum Partai Demokrat (PD) Max Sopacua sempat diisukan terlibat dalam isu kudeta Ketum Agus Harimurti Yudhoyono (AHY). Dalam hal ini, Max mengaku sudah mendapat klarifikasi dari internal PD.

"Kemarin waktu saya debat dua hari berturut-turut antara saya dengan pihak Demokrat dalam hal ini ada Ketua Bidang Komunikasi Strategis Saudara Zaky dan Wasekjen Renanda, mereka juga menyampaikan ke saya sama sekali tidak bermaksud, ketum dan kawan-kawan tidak pernah menyebutkan nama Pak Max, tapi yang saya baca, Pak Syarief Hasan menyebutkan nama saya," kata Max ketika dihubungi, Kamis (4/2/2021).

Max Sopacua mengatakan setelah menerima klarifikasi itu, dia sudah tidak lagi mempermasalahkan. Dengan begitu, Max tidak berniat untuk membawa masalah ini ke proses hukum.

"Dan mereka sudah mengklarifikasi soal itu dan saya anggap bahwa ini persoalan partai internal, jadi saya ya, karena mereka sudah menyampaikan sorry ke saya, saya tidak perlu membawa ini ke masalah hukum," ujarnya.

"Mereka sudah sampai minta maaf dan saya menghargai apa yang disampaikan oleh adik-adik itu, Saudara Renanda dan Zaky di TV saya sangat menghargai itu, itu adalah bagian dari cara berpolitik yang santun," lanjut Max.

Diketahui, Max Sopacua dan Marzuki Alie diseret dalam gerakan kudeta AHY. Berbeda dengan Max, Marzuki berniat melaporkan persoalan itu ke ranah hukum.

"Tapi kalau Pak Marzuki memang nama dia nama besar, dan dia menyurat ke Pak SBY, Pak SBY juga belum jawab, ini kan masalah menyangkut kredibilitas pribadi, selama mereka sudah minta maaf sebagai seorang beragama kita memaafkan yang penting untuk kebaikan," ujarnya.

Saksikan video 'Moeldoko Tepis Isu Kudeta PD':

[Gambas:Video 20detik]



(eva/gbr)