Jokowi dan 5 Gubernur Bahas COVID-19, Singgung Kampung Tangguh-Jogo Tonggo

Tim detikcom - detikNews
Kamis, 04 Feb 2021 12:11 WIB
Presiden Joko Widodo (Andhika/detikcom)
Presiden Joko Widodo (Andhika Prasetia/detikcom)
Jakarta -

Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengundang lima gubernur ke Istana untuk membahas strategi mengurangi laju penularan COVID-19. Program seperti Kampung Tangguh hingga Jogo Tonggo disinggung dalam rapat.

"Dari hasil diskusi kemarin, dilihat banyak program yang sudah dilakukan, seperti Jogo Tonggo, program Kampung Tangguh, program Desa Siaga yang dilakukan teman-teman di kabupaten/kodya dan di desa-desa di provinsi-provinsi, yang sebenarnya sangat erat dengan budaya asli Indonesia dan sangat tepat untuk menjawab bagaimana kita mengatasi pandemi ini dengan mengurangi laju penularan virus ini," ujar Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin dalam keterangan pers di saluran YouTube Sekretariat Presiden, Kamis (4/2/2021).

Lima gubernur yang diundang adalah Anies Baswedan (DKI Jakarta), Ridwan Kamil (Jabar), Ganjar Pranowo (Jateng), Sri Sultan Hamengkubuwono X (DIY), dan I Wayan Koster (Bali) pada Rabu (3/2). Menkes BGS yang ikut dalam rapat juga menyampaikan cara China hingga India mengatasi pandemi COVID-19.

"Bapak Presiden kemarin mengundang lima gubernur untuk berdiskusi mengenai pandemi COVID-19 ini. Saya kebetulan diminta mendampingi beliau dan melihat bagaimana kita bertukar pengalaman, melihat bagaimana China bisa mengatasi pandemi ini, India bisa mengatasi pandemi, dan beberapa kota di lima gubernur tersebut juga bisa ternyata mengatasi pandemi ini," ujar BGS.

"Kesimpulan kami satu, cara untuk mengatasi pandemi ini adalah dengan mengurangi laju penularan," imbuhnya.

Di samping itu, Menkes mengungkapkan pentingnya juga pembatasan bersifat mikro untuk menekan laju penularan COVID-19.

"Tindakan-tindakan, langkah-langkah program-program yang sifatnya mikro di level terkecil, di komunitas terkecil di lingkungan keluarga, di lingkungan warga dan tetangga-tetangganya adalah inisiatif penanganan pandemi yang sangat baik dan sangat tepat, yang bisa menyeimbangkan antara perbaikan sektor kesehatan dengan mengurangi laju kecepatan penularan," tuturnya.

(dkp/tor)