Menkes Imbau Angpau Imlek 2021 Ditransfer atau Kirim Lewat Ojol

Yulida Medistiara - detikNews
Kamis, 04 Feb 2021 11:47 WIB
Jakarta -

Menkes Budi Gunadi Sadikin mengimbau masyarakat Konghucu dan Tionghoa agar merayakan Tahun Baru Imlek 2021 dengan cara baru terkait adanya pandemi COVID-19. Misalnya, dengan mengirim angpau via transfer maupun lewat ojek online.

"Imlek ini bermakna tahun baru, Imlek ini bermakna harapan baru dan Imlek ini juga bermakna keberuntungan baru. Oleh karena itu, bapak-ibu sekalian, tanpa mengurangi makna tersebut, saya mengimbau agar teman-teman dari umat Konghucu dan Tionghoa juga bisa melaksanakan Tahun Baru Imlek ini juga dengan cara yang baru cara di mana kita melakukannya bersama dengan keluarga kita," kata Menkes Budi Gunadi dalam konferensi pers virtual, Kamis (4/2/2021).

Ia mengimbau masyarakat Konghucu dan Tionghoa agar merayakan Imlek dengan tetap di rumah saja, sedangkan pengiriman angpau bisa dikirim secara transfer ke saudara-saudara. Selain itu, bisa mengirimkan angpau ke saudara menggunakan jasa ojek online.

"Saya sama dengan pak Menteri Agama pernah terima angpau juga, tapi memang walau amplop merahnya seru yang lebih seru kan yang di dalam amplop merahnya. Ya kita juga bisa melakukannya itu dengan mengirimkan amplop merahnya itu dengan dompet digital sekarang sudah sangat mudah," ungkapnya.

"Kalau merasa mau amplop merahnya dikirimkan juga ke anak-cucu, saudara, teman-teman, bisa juga kirim lewat Gojek sekaligus cara baru ini bisa menyejahterakan teman-teman kita, kirim di amplopnya di dalamnya ada kertas ada tulisan sebentar lagi akan ditransfer sebesar ini. Itu menarik juga," imbuhnya.

Selain itu, event nonton barongsai tetap bisa dilakukan secara online. Lomba barongsai juga bisa dilakukan secara virtual.

"Barongsai pun bisa juga ditampilkan di YouTube bahkan kita bisa menyelenggarakan lomba barongsai mana yang paling bagus sekalian di YouTube," ungkapnya.

Budi Sadikin berharap cara baru ini tidak mengurangi makna perayaan Imlek seperti tahun sebelumnya. Justru, menurutnya, perayaan Imlek tersebut bisa tetap dilakukan dengan memerhatikan protokol kesehatan.

"Jadi, Bapak-Ibu, cara-cara baru merayakan Imlek tanpa mengurangi makna Imlek sebagai tahun baru harapan baru dan keberuntungan baru itu saya rasa tetap dengan memperhatikan budaya Indonesia khususnya masyarakat Konghucu dan Tionghoa, namun tetap sesuai protokol kesehatan," ujarnya.

(yld/hri)