Satgas COVID-19 Koordinasi Pembentukan Posko di Kelurahan-Desa

Tim detikcom - detikNews
Kamis, 04 Feb 2021 02:59 WIB
Sejumlah kawasan terapkan lockdown skala kecil guna cegah virus Corona. Pembatasan aktivitas skala mikro itu dinilai efektif untuk kendalikan penularan virus.
Foto: Ilustrasi (Rifkianto Nugroho/detikcom)
Jakarta -

Satgas Penanganan COVID-19 menindaklanjuti arahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang meminta penanganan COVID-19 dilakukan hingga ke level mikro. Level kecil itu setingkat RT, RW, desa, kampung, dan banjar atau nagari yang tersebar di desa dan kelurahan Indonesia.

Satgas COVID-19menggelar rapat koordinasi dengan lurah dan kepala desa se-Indonesia serta pejabat dan kementerian terkait pada Rabu (3/2/2021). Rapat membahas pelaksanaan desa tangguh COVID-19 dan pembentukan Pos Komando (Posko) Tangguh COVID-19 tingkat kelurahan, desa dan kecamatan.

"Hal ini bentuk upaya penguatan penanganan COVID-19 oleh pusat dan daerah yang terdesentralisasi hingga tingkat mikro, melalui posko tingkat desa atau kelurahan," ucap Juru Bicara Satgas Penanganan COVID-19 Prof Wiku Adisasmito dalam keterangan tertulisnya.

Satgas COVID-19 pusat bersama Kemendagri dan kementerian/lembaga terkait akan memimpin koordinasi rutin seluruh posko secara nasional. Posko tangguh itu memiliki fungsi mengkoordinasikan, mengendalikan, memantau, mengevaluasi, serta mengeksekusi penanganan COVID-19 di masing-masing daerah.

Unsur posko terdiri dari TNI-Polri, pemerintah dan unsur lain yang digerakkan oleh pemerintah daerah seperti BPBD, dinas kesehatan, dinas sosial, dinas perekonomian, puskesmas, PKK dan komunitas lainnya di bawah komando Satgas COVID-19 daerah.

Ada sejumlah fungsi yang harus dijalankan posko tangguh tersebut. Utamanya, menggencarkan penerapan 3M dan 3T.

"Pada prinsipnya, posko-posko yang tersebar secara nasional berfungsi mempermudah proses perubahan perilaku, peningkatan kesehatan masyarakat, kesejahteraan sosial dan pemulihan ekonomi," tegas Wiku.

Wiku Adisasmito menyebut Satgas Penanganan COVID-19 pusat bersama kementerian terkait akan memimpin koordinasi rutin seluruh posko secara nasional. "Kiranya dengan bantuan pemerintah daerah dan masyarakat, posko COVID-19 akan menjadi ujung tombak penanganan COVID-19 di daerah, dan menjaga keberlangsungan upaya penekanan kasus COVID-19," imbuhnya.

(rfs/rfs)