Pelototi Kepatuhan Prokes, Posko PPKM Bakal Dibentuk di Kelurahan-Desa

Tim detikcom - detikNews
Selasa, 02 Feb 2021 17:37 WIB
Jubir Pemerintah untuk Penanganan COVID-19 Wiku Adisasmito
Ketua Tim Pakar Satgas COVID-19 Wiku Adisasmito. (Foto: Biro Pers Sekretariat Presiden)
Jakarta -

Posko pengawasan PPKM bakal dibentuk di tingkat kelurahan dan desa. Tujuannya, untuk mengawasi kepatuhan masyarakat akan protokol kesehatan 3M.

"Fungsi prioritas posko mendorong perubahan perilaku masyarakat agar patuh 3M, memberikan layanan masyarakat, pusat kendali informasi yang diteruskan pemerintah dan menguatkan 3T," ujar Ketua Tim Pakar Satgas COVID-19 Wiku Adisasmito dalam jumpa pers yang ditayangkan saluran YouTube Sekretariat Presiden, Selasa (2/2/2021).

Pembentukan posko pengawasan PPKM dicanangkan Satgas Penanganan COVID-19. Posko pengawasan akan dipimpin kepala desa/lurah dan beranggotakan unsur TNI, Polri, Pemda, tokoh masyarakat, hingga tokoh agama.

"Kebijakan PPKM saat ini juga diperkuat dengan strategi baru yang dicanangkan Satgas Penanganan COVID-19, yaitu posko atau pos komando yang akan tersebar di tingkat desa dan kelurahan yang dipimpin oleh kepala desa atau lurah dan posko ini beranggotakan satgas dari unsur Pemda, TNI, Polri, tokoh masyarakat, tokoh agama, serta pihak lainnya," kata Wiku.

"Posko-posko ini akan tersebar secara nasional dan dibentuk dan dikelola Satgas Penanganan COVID-19," imbuhnya.

Diharapkan, dibentuknya posko PPKM hingga tingkat kelurahan/desa dapat menekan angka penularan virus Corona (COVID-19). Salah satu yang disoroti adalah klaster keluarga yang menjadi salah satu klaster penularan COVID-19 terbanyak.

"Seperti diketahui bersama, klaster keluarga masih menjadi salah satu sumber penularan COVID-19 yang paling banyak terjadi di masyarakat. Penting satgas dibentuk hingga ke lingkup masyarakat yang paling kecil, yaitu tingkat RT/RW, dan memantau kasus COVID-19 dan memberikan pengawasan pasien isolasi sehingga klaster keluarga dicegah," sebut Wiku.

Bagaimana sistem kerja posko PPKM ini?

"Sistem kerjanya melalui sinergi dan kolaborasi di mana petugas di posko melakukan pengawasan, utamanya implementasi protokol kesehatan. Selain itu, petugas membantu tracing dan informasi yang dibutuhkan ketika melakukan testing. Petugas diharapkan membantu warga yang butuh perawatan atau surat rujukan dari tempat pelayanan kesehatan," ujar Wiku.

(dkp/idn)