ADVERTISEMENT

Partai Aceh Kukuh Pilkada 2022, Wakil Komisi II: Pilkada Serentak Diatur UU

Matius Alfons - detikNews
Rabu, 03 Feb 2021 21:50 WIB
Anggota Komisi III DPR RI, Luqman Hakim
Wakil Ketua Komisi II, Luqman Hakim (Foto: Istimewa)
Jakarta -

Wakil Ketua Komisi II, Luqman Hakim menanggapi Fraksi Partai Aceh di DPR Aceh yang bersikukuh Pilkada Aceh digelar pada 2022. Luqman mengatakan UU Nomor 10 tahun 2016 menjadi dasar aturan penyelenggaraan pilkada serentak.

"Pelaksanaan pilkada serentak November 2024 diatur di dalam UU Nomor 10 Tahun 2016. Peraturan ini menjadi dasar pelaksanaan pilkada mulai tahun 2016 sampai 2020 kemarin," kata Luqman saat dihubungi, Rabu (3/2/2021).

Luqman lalu menyinggung Pilkada Gubernur Aceh 2017 yang menyesuaikan UU Nomor 10 Tahun 2016. Begitu juga pilkada kabupaten di Provinsi Aceh pada 2018.

"Oleh karena itu, peraturan lain yang berkaitan dengan pilkada harus tetap mengacu kepada UU 10 Tahun 2016," ucapnya.

Lebih jauh Luqman mengungkap terkait bunyi Pasal 201 ayat 8 UU Nomor 10 Tahun 2016 yang menyatakan pemungutan suara serentak nasional dalam pemilihan gubernur dan wakil gubernur, bupati dan wakil bupati serta wali kota dan wakil wali kota di semua wilayah di Negara Kesatuan Republik Indonesia dilaksanakan pada November 2024. Karena itu, kata dia, Aceh harus mengikuti UU tersebut.

"Maka, sesuai dengan UU ini, pilkada serentak di Aceh juga digelar pada bulan dan tahun yang sama dengan daerah-daerah lain di seluruh wilayah NKRI, yakni bulan November 2024," ujarnya.

Kemudian Luqman memastikan tidak ada perlakuan khusus bagi Provinsi Aceh. Bahkan menurutnya jika ada aturan Qanun di Aceh terkait pilkada, maka pelaksanaan tetap harus mengikuti UU Nomor 10 Tahun 2016.

"Ya enggak lah. Pemilihan Gubernur Aceh 2017 juga berdasarkan UU 10 Tahun 2016. Kalau di Aceh dibuat aturan, misalnya berupa qanun yang mengatur pilkada, ya tetap harus mengikuti UU 10/2016 ini," imbuhnya.

Simak video 'Sejumlah Risiko Pilkada dan Pilpres Digelar Bersamaan di 2024':

[Gambas:Video 20detik]



Simak berita selengkapnya di halaman berikutnya.

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT