Round-Up

4 Arahan Jokowi Minta Pembatasan Mikro Usai PPKM Tak Efektif Berjalan

Tim detikcom - detikNews
Rabu, 03 Feb 2021 20:22 WIB
Jokowi pimpin ratas soal PPKM (Dok. Biro Pers Setpres)
Jokowi memimpin ratas soal PPKM. (Foto: dok. Biro Pers Setpres)

3. Standardisasi Masker


Airlangga Hartarto mengatakan Presiden Jokowi kembali mengingatkan bahwa kunci penanganan COVID-19 adalah 3M, yaitu memakai masker, mencuci tangan, dan menjaga jarak. Maka dari itu, Jokowi meminta ada standardisasi masker.

"Dan untuk masker itu, Bapak Presiden meminta bahwa ada standardisasinya sehingga masker yang digunakan masyarakat untuk memenuhi standar kesehatan sehingga tentu maskernya kan juga efektif digunakan dan juga mendorong testing, tracing, dan tracking," kata Airlangga.

Jokowi juga akan menerbitkan instruksi presiden (inpres) terkait aplikasi PeduliLindungi. Inpres tersebut sebagai payung hukum penggunaan aplikasi PeduliLindungi untuk tracing digital.

"Bapak Presiden akan mempersiapkan instruksi presiden (inpres) sehingga program PeduliLindungi bisa digunakan sehingga bisa efektif mengontrol mereka yang terpapar secara digital," ucapnya.

Airlangga mengatakan Kementerian Kesehatan juga akan menambah petugas tracing atau pelacakan di lapangan. Tracing tersebut akan melibatkan Babinsa dan Bhabinkamtibmas.

4. Tracing dan Testing Diperkuat

Sementara itu, Menkes Budi juga menyebut Presiden Jokowi ingin adanya kebijakan pembatasan yang lebih mikro.

"Beliau berkeinginan menyampaikan sekarang, agar bisa lebih mikro sifatnya. Jadi lebih detail, lebih rinci, dilihat penyebabnya di mana, itu yang dikunci," kata Budi Sadikin di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (1/2/2021).

"Bukan misalnya satu provinsi atau satu kota, nanti itu kan ada beberapa daerah yang bukan klaster atau hotspot, terpaksa kita kunci juga. Karena mungkin penyebabnya di dua atau tiga klaster. Itu sebenarnya yang beliau invent juga," lanjutnya.

Lebih lanjut Budi mengatakan pemerintah juga akan memperkuat testing dan tracing. Hal itu yang menjadi faktor anggaran Kemenkes bertambah pada 2021.

"Sebabnya kenapa di usulan tahun ini tambahan anggarannya kita mau memperkuat testing dan tracing. Karena untuk bisa melakukan yang diarahkan Bapak Presiden, kita membutuhkan testing yang lebih rapet dan tracing yang lebih teliti dan lebih cepat," ujarnya.

Halaman

(rdp/rdp)