Partai Berkarya Pastikan Undang Tommy Soeharto di Munas: Dia Tokoh

Rahmat Fathan - detikNews
Rabu, 03 Feb 2021 20:05 WIB
Andi Picunang Diberhentikan, Berkarya Tunjuk Syamsu Djalal Jadi Plt Sekjen
Partai Berkarya menunjuk Plt Sekjen. (Fathan/detikcom)
Jakarta -

Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Berkarya berencana menggelar musyawarah nasional (munas) dalam waktu dekat. Partai berkarya memastikan akan mengundang Hutomo Mandala Putra alias Tommy Soeharto.

"(Tommy Soeharto) akan diundang nanti, karena demokratis. Dia ada namanya di dalam. Mau datang, nggak datang, urusan dia. HMP itu memang tokoh di Partai Berkarya, ikut andil dalam partai, kita masukkan," ujar Plt Sekretaris Jenderal DPP Partai Berkarya, Syamsu Djalal, kepada detikcom di Jakarta Pusat, Rabu (3/2/2021).

Syamsu menuturkan, sesuai dengan SK Kemenkumham yang bernomor M.HH-17.AH.11.01 TAHUN 2020, Tommy Soeharto masih menjabat Ketua Dewan Pembina. Meskipun, kata Syamsu, Tommy Soeharto sendiri tidak setuju namanya dimasukkan ke kepengurusan partai.

"Suka atau tidak suka, dia Ketua Dewan Pembina, di mana dia mengklaim bahwa dia nggak setuju dimasukkan ke dalam kepengurusan (hasil) Munaslub, betul. Sebagai kader boleh kita masukan, apalagi dia tokoh," katanya.

"Kalau dia nggak suka, tinggal bikin pengunduran diri. Ya kita keluarkan, itu aja," sambung Syamsu.

Untuk diketahui, pada Juli 2020, sejumlah pengurus Partai Berkarya Munaslub di Hotel Grand Kemang di mana Tommy Soeharto lengser dari kursi Ketua Umum. Hasilnya, Muchdi PR terpilih sebagai ketua umum dan Badaruddin Andi Picunang sebagai sekjen.

Terbaru, DPP Partai Berkarya memecat Badaruddin Andi Picunang. Selanjutnya, partai menunjuk Syamsu Djalal ditunjuk sebagai Plt Sekretaris Jenderal.

"Pemberhentian secara tetap saudara Badaruddin Andi Picunang dari jabatannya sebagai Sekretaris Jenderal Partai Beringin Karya (Berkarya)," ujar Syamsu di Jakarta Pusat, hari ini.

Partai Berkarya selanjutnya berencana menggelar munas. Dalam munas itu, nantinya Partai Berkarya akan mencari sekjen tetap.

"Sehingga baru kita kukuhkan di mana dalam munas itu demokratis. Jadi bukan lagi munas akal-akalan seperti yang mereka buat itu. Siapa jadi sekjen nanti itu terserah. Kalau peserta menyatakan si A, ya si A. Mana ada cuma 'setuju', ketok palu setuju, itu mah akal-akalan, otoriter," kata dia.

(aud/aud)