Polri Telusuri Kemungkinan Pasar Muamalah Ada di Daerah Lain

Adhyasta Dirgantara - detikNews
Rabu, 03 Feb 2021 16:28 WIB
Kabag Penum Divisi Humas Polri, Kombes Ahmad Ramadhan (Dyas/detikcom)
Kabag Penum Divisi Humas Polri Kombes Ahmad Ramadhan (Dyas/detikcom)
Jakarta -

Bareskrim Polri telah menangkap pendiri pasar Muamalah Depok, Zaim Saidi (ZS). Kabag Penum Divisi Humas Polri Kombes Ahmad Ramadhan mengatakan pihaknya tengah menelusuri kemungkinan adanya Pasar Muamalah di daerah lain.

"Sementara ini yang kita update adalah penyidikan terkait dengan penyidik dari Subdit 4 Ditipdeksus yang telah melakukan penangkapan terhadap ZS. Tentunya ini akan dikembangkan oleh penyidik. Tidak sampai di sini, penyidik Direktorat Tindak Pidana Ekonomi Khusus tentunya nanti akan mengembangkan kasus ini tentunya kalau ada di daerah-daerah lain," ujar Ramadhan dalam jumpa pers di kantor Humas Polri, Rabu (3/2/2021).

Ramadhan mengatakan penyidik saat ini masih mendalami kasus pasar Muamalah yang terjadi di Depok. Polisi juga sudah mengamankan sejumlah barang bukti.

"Barang bukti sudah diamankan oleh pihak penyidik dan berupa koin. Koin itu ada koin dinar dan dirham. Sampai saat ini kita penyidik masih mendalami kasus yang di Depok, Jawa Barat," tuturnya.

Ramadhan menerangkan pasar Muamalah di Depok sudah beroperasi sejak 2014. Pasar tersebut beroperasi setiap dua minggu sekali.

"Pertama keberadaan pasar di jalan Tanah Baru, Depok, Jawa Barat, yang digunakan sebagai kegiatan perdagangan atau bazar telah dilakukan sejak 2014. Pasar tersebut dilaksanakan dua minggu sekali, yaitu hari Minggu jam 10.00 sampai jam 12.00 WIB," terang Ramadhan.

Selanjutnya, Ramadhan mengatakan pasar Muamalah diadakan di lahan milik Zaim Saidi selaku pendiri. Menurut Ramadhan, Zaim ingin menciptakan tempat kepada masyarakat yang ingin bertransaksi seperti di zaman Nabi.

"Kedua, pasar Muamalah diadakan di sebuah lahan milik seorang bernama ZS, yang merupakan Amir Amirat Nusantara di mana dibentuk oleh tersangka ZS untuk komunitas masyarakat yang ingin berdagang dengan aturan yang mengikuti tradisi pasar di zaman Nabi, seperti adanya pungutan sewa tempat dan transaksi pembayaran jual-beli dengan menggunakan transaksi dengan menggunakan dirham dan dinar," tandasnya.

Sebelumnya, Bareskrim Polri menangkap pendiri Pasar Muamalah di Depok. Pasar Muamalah, yang berlokasi di Depok. Pasar ini viral di media sosial karena melayani jual-beli menggunakan koin dinar dan dirham, bukan rupiah.

"Benar (ditangkap)," kata Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Rusdi Hartono, saat dimintai konfirmasi detikcom, Rabu (3/2).

(man/man)