Penumpang KA Disarankan Puasa 30 Menit Sebelum Gunakan GeNose

Azhar Bagas Ramadhan - detikNews
Rabu, 03 Feb 2021 11:23 WIB
Peneliti Genose, Dian K Nur Putra (Azhar/detikcom)
Peneliti Genose, Dian K Nur Putra (Azhar/detikcom)
Jakarta -

Alat screening virus Corona, GeNose, sudah mulai diujicobakan di Stasiun Pasar Senen, Jakarta Pusat. Peneliti GeNose, Dian K Nur Putra, mengatakan penumpang kereta disarankan berpuasa selama 30 menit sebelum menggunakan GeNose.

"Dalam kondisi SOP kita dapatkan SOP sebaiknya sebelum memeriksa napas dengan GeNose, puasa saja setengah sampai satu jam," kata peneliti GeNose, Dr Dian K Nur Putra, kepada wartawan, di Stasiun Pasar Senen, Rabu (3/2/2021).

Dian menjelaskan pengguna GeNose saat menjalani pemeriksaan akan diminta mengembuskan napas. Embusan napas itu diperiksa dengan mendeteksi tingginya kadar etil butanoat dan isopropanol secara bersama-sama.

"Nah, beberapa makanan, minuman alkohol dan semuanya hal yang sudah kita dapatkan waktu uji diagnostik itu menaikkan nilai baseline dari sensor. Sehingga membuat sensor itu jadi kurang peka," ucapnya.

"Jadi karenanya itu, begitu orang yang diperiksa tidak makan-tidak minum, puasa dulu hingga setengah jam sampai 1 jam, maka sensor itu bisa benar-benar membaca senyawa itu dan itu memang bisa terbedakan," sambungnya.

Lebih lanjut, Dian mengatakan penumpang akan tetap diperiksa menggunakan GeNose telanjur makan dari waktu yang ditentukan.

"Tidak apa-apa periksa saja cuma kalau misalnya muncul positif lemah nah itu tinggal berkumur kembali diulang yang kedua jadi berubah apa tidak," jelas Dr Dian. "Jadi, misalnya dari penelitian kita waktu uji diagnostik kemarin dari orang-orang yang terpengaruh karena makanan minuman ketika terdeteksi positif lemah, dia berkumur puasa setengah jam, diulang lagi menjadi negatif dan diulang lagi menjadi negatif," katanya.

Diberitakan sebelumnya, mulai 5 Februari mendatang, GeNose siap digunakan sebagai alat screening COVID-19 di Stasiun Pasar Senen, Jakarta, dan Stasiun Tugu, Yogyakarta. Budi Karya mengatakan, nantinya secara bertahap, GeNose juga akan digunakan di stasiun lain.

"Sekarang ini kami masih gunakan di dua stasiun yaitu Stasiun Pasar Senen dan Stasiun Tugu Yogyakarta. Nantinya secara bertahap penggunaan GeNose akan ditambah di titik-titik stasiun lainnya," kata Budi Karya.

Budi Karya mengungkapkan GeNose ini akan menambah opsi bagi masyarakat untuk melakukan pengecekan kesehatan selain tes rapid antigen dan PCR, yang menjadi syarat perjalanan transportasi kereta api jarak jauh. Dia pun berharap penggunaan GeNose ke depannya bisa berjalan lancar.

"Alhamdulillah uji coba berjalan baik hari ini. Semoga di tanggal 5 Februari nanti penerapannya juga bisa berjalan baik dan lancar. Saya mengapresiasi UGM yang secara cermat melakukan penelitian. Kelebihan GeNose ini selain murah, tidak sakit untuk digunakan, dan juga ini juga buatan Indonesia," tuturnya.

(man/man)