Polda NTT Koordinasi dengan KPU-Bawaslu soal Bupati Terpilih Sabu Raijua WN AS

Audrey Santoso - detikNews
Rabu, 03 Feb 2021 06:18 WIB
ilustrasi pilkada serentak 2015
Foto: Ilustrasi oleh Zaki Alfarabi
Kupang -

Polisi telah berkoordinasi dengan Bawaslu dan KPU Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) terkait temuan Bupati terpilih Sabu Raijua, Orient P Riwu Kore ternyata warga negara Amerika Serikat (AS). Polisi mengatakan akan menindak pihak-pihak yang bertanggung jawab jika ada unsur pidana di balik peristiwa ini.

"Polda sudah berkoordinasi dengan KPU dan Bawaslu untuk menindaklanjuti hal tersebut. Kami akan proses sesuai hukum yang berlaku jika ditemukan unsur pidana di dalamnya," kata Kapolda NTT, Irjen Lotharia Latif kepada detikcom, Selasa (2/2/2021).

Latif menuturkan penyidik Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda NTT telah berkomunikasi dengan aparat terkait. Mantan Kakorpolairud Baharkam Polri ini menambahkan, penyidik sedang mengumpulkan bukti-bukti dan mendalami fakta terkait lolosnya warga negara asing (WNA) dalam kontestasi Pilbup Sabu Raijua 2020.

"Ditreskrimum sudah koordinasi dengan aparat terkait untuk tindak lanjutnya seperti apa. Sekarang kami sedang mengumpulkan semua bukti-bukti, bukti pendukung, dan semua didalami," jelas Latif.

"Kaitannya soal proses hasil pilkada, maka sepenuhnya KPU dan instansi terkait yang akan menindaklanjuti. Intinya semua proses hukum dilaksanakan dengan tetap mengedepankan azas praduga tak bersalah," sambung Latif.

Diketahui sebelumnya, Orient P Riwu Kore ditetapkan sebagai pemenang Pilkada Sabu Raijua, NTT. Namun Bawaslu menemukan dokumen bahwa bupati terpilih Sabu Raijua itu merupakan warga negara AS.

"Jadi itu kepada Orient P Riwu Kore itu adalah benar warga negara Amerika Serikat," kata Ketua Bawaslu Sabu Raijua Yudi Tagi Huma saat dihubungi detikcom, malam tadi.

Dia mendapatkan data dan dokumen soal kewarganegaraan Orient itu dari Kedutaan Besar Amerika Serikat di Jakarta. "Dari Kedutaan Besar Amerika di Jakarta," ujarnya.

(aud/isa)