Mahfud: Kejagung Akan Sita Aset Terkait Kasus Asabri dalam Waktu Dekat

Rolando Fransiscus Sihombing - detikNews
Selasa, 02 Feb 2021 16:57 WIB
Menko Polhukam Mahfud Md dan Jaksa Agung ST Burhanuddin.
Menko Polhukam Mahfud Md dan Jaksa Agung ST Burhanuddin (Zunita/detikcom)
Jakarta -

Menko Polhukam Mahfud Md menyebut telah berkoordinasi dengan Kejaksaan Agung (Kejagung) terkait skandal korupsi puluhan triliun rupiah PT Asabri. Mahfud menyebut Kejagung akan menyita sejumlah aset terkait kasus PT Asabri dalam waktu dekat ini.

"Saya tadi koordinasi juga dengan Kejaksaan Agung, mereka dalam waktu dekat ini akan menyita beberapa aset. Masyarakat mari ikut mengawal dan percayakan Kejaksaan Agung akan tangani ini dengan sebaik-baiknya," kata Mahfud di kanal YouTube Kemenko Polhukam, Selasa (2/2/2021).

Kasus korupsi PT Asabri kini ditangani Kejagung, delapan orang telah ditetapkan tersangka. Mahfud menyebut Kejagung berupaya menyita sejumlah aset terkait kasus PT Asabri.

"Dan Kejagung sedang mengupayakan itu semua, nanti kalau misalnya dari aset-aset yang dikumpulkan, misalnya, masih belum sepadan, kurang sedikit banyak, akan dibicarakan," ujar Mahfud.

Mahfud tak hanya bicara soal dalam waktu dekat ini Kejagung akan menyita sejumlah aset terkait korupsi PT Asabri. Negara, kata Mahfud, menjamin tabungan prajurit TNI-Polri tetap aman meski Asabri diterpa kasus korupsi.

"Korupsinya akan terus diadili, tetapi jaminan kesejahteraan prajurit yang dijanjikan dengan berdirinya yayasan itu dijamin oleh pemerintah agar tidak hilang," ucap Ketua Kompolnas ini.

Dari penelusuran Kejagung, belakangan diketahui kerugian negara yang disebabkan korupsi PT Asabri mencapai Rp 23,7 triliun. Hitungan ini bertambah penelusuran BPK yang menyebut kerugian mencapai Rp 22 triliun.

Kejagung tak hanya berbicara soal hitung-hitungan kerugian negara yang ditimbulkan korupsi PT Asabri. Pada Januari lalu, Jaksa Agung Sanitiar (ST) Burhanuddin sempat mengungkapkan bahwa Kejagung telah menyita aset PT Asabari yang masih ada.

"Asetnya masih ada. Yang kemarin sudah kami sita itu sekitar Rp 18 triliun. Itu masih ada, sehingga kami akan lacak terus," kata Burhanuddin dalam rapat kerja bersama Komisi III di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (26/1).

Simak selengkapnya di halaman selanjutnya.

Selanjutnya
Halaman
1 2