Polri Tangani Kasus Merah Putih Dibakar Tiktokers Aldi622 di Malaysia

Adhyasta Dirgantara - detikNews
Selasa, 02 Feb 2021 15:38 WIB
Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Rusdi Hartono (Foto: Adhyasta/detikcom)
Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Rusdi Hartono (Adhyasta/detikcom)
Jakarta -

Video seorang pria yang diduga sedang melakukan pembakaran terhadap bendera Merah Putih menjadi viral. Polri turun tangan untuk mengusut kasus tersebut.

Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Rusdi Hartono mengatakan pelaku di dalam video itu sudah teridentifikasi. Dia adalah AK (25), warga Aceh yang sedang bekerja di Malaysia.

"Untuk kasus pembakaran bendera Merah Putih atas akun Tiktok Aldi622 itu telah ditangani oleh Polri. Telah teridentifikasi pemilik akun tersebut atas nama AK, berumur 25 tahun, yang bertempat tinggal di Aceh. Sementara yang bersangkutan ini sedang bekerja di Malaysia," ujar Rusdi dalam jumpa pers di Kantor Humas Polri, Selasa (2/2/2021).

Rusdi menyebutkan bahwa kepolisian sudah bekerja sama dengan instansi terkait untuk menyelesaikan kasus tersebut. Dari Kementerian Luar Negeri (Kemlu), Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo), hingga Interpol. Polisi masih mencari keberadaan AK.

"Polri telah mengambil langkah-langkah bekerja sama dengan instansi terkait untuk menyelesaikan masalah ini dengan Kementerian Luar Negeri, Kemenkominfo, dan juga Interpol untuk menelusuri keberadaan AK yang melakukan tindak pidana pembakaran lambang negara RI," jelasnya.

"Tentunya kita akan menyelesaikan kasus seperti ini, karena ini menyangkut yurisdiksi daripada Malaysia, tentunya kita akan berkoordinasi dan tentunya juga Polri akan selesaikan masalah ini secara tepat dan tuntas," sambung Rusdi.

Hingga saat ini, kepolisian masih mendalami kasus pembakaran bendera Merah Putih tersebut. Rusdi mengungkap kepolisian belum bisa memastikan lokasi persis video itu dibuat.

"Itu masih pendalaman. Pembuatan video itu apakah di Indonesia apa Malaysia, ini masih pendalaman. Yang jelas pemilik akun telah teridentifikasi dan sekarang sedang proses penyelesaian kasus tersebut," tandas Rusdi.

Seperti diketahui, seorang warga Aceh di Malaysia diduga membakar bendera Merah Putih. Partai NasDem mendorong aparat hukum menindak pelaku agar kejadian pembakaran bendera Merah Putih tak terulang di kemudian hari.

"Aparat hukum mesti menindak hal ini secara proporsional sesuai aturan hukum yang ada. Jika diperlukan, aparat hukum dapat menggunakan diskresi yang dimilikinya untuk menangani kasus demikian. Jangan sampai hal-hal demikian ini terus berulang," kata Ketua DPP NasDem Willy Aditya kepada wartawan, Sabtu (30/1).

Willy curiga tujuan pembakar bendera Merah Putih hanyalah ingin viral di media sosial. Anggota Komisi I DPR RI ini menduga pembakar hanya ingin menunjukkan keberaniannya.

"Dalam era digital dan media sosial yang demikian berkembang pesat, saya curiga hal demikian ini dilakukan hanya untuk mencapai 'viral' lalu di sanalah pelaku justru mencapai tujuannya. Karena itu harus ada pemeriksaan yang mendasar motif terdalam dari pelaku yang seperti ini. Boleh jadi pelaku melakukan pembakaran bendera dengan tujuan agar 'keberaniannya' diterima publiknya sendiri. Maka memenjarakannya justru membuat nilai tambah pribadi bagi pelaku," ujarnya.

Willy mendorong pembakar bendera Merah Putih dihukum kerja sosial jika ditangkap. Bila yang dilakukan pembakar bendera itu untuk kritik, Wily meminta dilakukan secara elegan.

"Jika aparat sudah memperoleh kejelasan motif dari pelaku, saya kira hukuman yang tepat adalah memberi pekerjaan sosial dan kewajiban mengikuti pendidikan bela negara," ucap Willy.

(tor/tor)