Diprotes Kandidat yang Tak Lolos, Kelanjutan Seleksi Jubir KPK Belum Ditentukan

Farih Maulana Sidik - detikNews
Selasa, 02 Feb 2021 14:07 WIB
Gedung KPK
Foto: Ari Saputra
Jakarta -

Seleksi spesialis Humas Utama-Juru Bicara (Jubir) KPK yang tak meloloskan satu pun kandidat diprotes Susan Margaret Palilingan. Kelanjutan seleksi jubir itu pun hingga kini belum dijadwalkan lagi oleh KPK.

"Sejauh ini belum dijadwalkan," kata Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri kepada wartawan, Selasa (2/2/2021).

Ali menyebut saat ini, KPK tengah fokus pada proses peralihan status pegawai menjadi Aparatur Sipil Negara (ASN). Menurutnya, perkembangan selanjutnya akan dikabarkan kemudian.

"Informasi yang kami terima, saat ini Biro SDM (Sumber Daya Manusia) KPK masih akan fokus lebih dahulu pada proses peralihan status pegawai sebagaimana ketentuan UU KPK," ucap Ali.

Seperti diketahui, salah satu kandidat yang ikut seleksi Jubir KPK itu kini buka suara. Adalah Susan Margaret Palilingan, wanita asal Manado ini menjelaskan proses seleksi jubir KPK ini dimulai di sejak Agustus 2020. Ia menjadi satu dari lima kandidat yang lolos hingga tahap akhir.

"Tahapan demi tahapan seleksi saya ikuti, meskipun harus berjuang (antara takut dan bergairah) harus beberapa kali perjalanan Manado ke Jakarta, saya lakukan di saat pandemi COVID-19 untuk mengikuti tahapan demi tahapan seleksi di PPM Manajemen di Jakarta. Tahap kedua psikotes, Puji Tuhan, saya kembali lolos, lanjut ke tahap ketiga Assesment Test dan Pemeriksaan Kesehatan, semua saya lewati dengan baik dan dinyatakan lolos ke tahap selanjutnya hingga akhirnya tahap ketiga hanya tersisa 5 orang," kata Susan dalam keterangan tertulis, Sabtu (30/1).

Susan mengatakan kelima orang itu menunggu hasil pengumuman lolos itu masuk tahap wawancara dengan Komisioner KPK. Pengumuman hasil itu seharusnya diumumkan pada 22 September 2020.

Ia kemudian terkejut mendapat pengumuman ternyata tidak ada satu pun kandidat yang dinyatakan lolos. Padahal, tes wawancara dengan Komisioner KPK itu tak pernah dilakukan.

"Setelah menunggu 4 bulan lebih akhirnya tanggal 27 Januari 2021 keluarlah pengumuman resmi Seleksi Juru Bicara KPK. Dan yang mengejutkan saat melihat di Web PPM Manajemen, tentang Pengumuman Hasil Seleksi Tahap 3 Rekrutmen dan Seleksi Spesialis Humas Utama-Juru Bicara KPK, hasilnya adalah 'tidak ada peserta yang diundang lolos ke tahap selanjutnya'. Sementara, di laman peserta, disampaikan ke masing-masing peserta dengan redaksi 'Dinyatakan tidak memenuhi kualifikasi sesuai yang dipersyaratkan' masih dengan catatan 'Hanya peserta terbaik dan memenuhi kualifikasi yang dapat mengikuti tahap seleksi selanjutnya. Dari 2.174 peserta, lolos tahap pertama 7 orang, akhirnya tersisa 5 orang (di tahap ketiga) dan tidak ada satu pun peserta yang diundang ke tahap selanjutnya?" ungkapnya.

Dengan adanya pengumuman itu, Susan menyebut proses seleksi Jubir KPK ini ada kejanggalan. Pertama, ia menyoroti molornya jadwal tahap wawancara dengan Komisioner KPK selama 4 bulan dan bahkan hingga tahun 2021 belum juga dilaksanakan.

"Seleksi ini seperti ada kejanggalan? Mulai dari pengumuman tahap 3 yang molor hingga 4 bulan, kegiatan tahun anggaran 2020 yang seharusnya selesai di tahun yang sama baru selesai di tahun 2021 dengan tidak ada hasil apa-apa. Mengapa bisa molor sampai 4 bulan, jauh dari jadwal pengumuman tahap 3 sebagaimana diumumkan tanggal 22 September 2020, Ada apa dengan seleksi ini?" tanya Susan.

Kedua, ia mempertanyakan pemberitahuan soal peserta dinyatakan tidak memenuhi kualifikasi sesuai yang dipersyaratkan. Padahal, ia menyebut selama proses seleksi peserta yang lolos dinyatakan memenuhi persyaratan.

"Pertanyaan lain adalah pernyataan yang disampaikan di laman peserta, bahwa masing-masing peserta dinyatakan tidak memenuhi kualifikasi sesuai yang dipersyaratkan, namun dari setiap seleksi yang kami jalani, kami dinyatakan lolos ke tahap selanjutnya, dengan demikian kami dinyatakan memenuhi kualifikasi yang dipersyaratkan. Tahap akhir adalah wawancara dengan Komisioner KPK, namun batal dilaksanakan, sehingga apa yang menjadi dasar bahwa 5 orang yang dinyatakan lolos ke tahap selanjutnya 'Dinyatakan tidak memenuhi kualifikasi sesuai yang dipersyaratkan'," sebutnya.

"Sebenarnya apa tujuan seleksi ini? Dan apa yang dicari untuk mengisi posisi Jubir KPK? Apa tidak ada yang mampu diantara 2.174 orang yang merasa terpanggil? Bagaimana dengan peserta yang sudah lolos seleksi bahkan sampai melalui 3 tahapan seleksi serta dinyatakan lolos ke tahap akhir yang tidak dilaksanakan dinyatakan tidak memenuhi kualifikasi sesuai yang dipersyaratkan? Proses seleksi melalui pihak ketiga, siapa yang salah, KPK atau pihak ketiga sebagai penyelenggara seleksi?" imbuhnya.
Untuk itu, Susan mengaku kecewa dengan proses seleksi jubir KPK yang ternyata tidak mendapatkan hasil tersebut. Menurutnya, proses seleksi jubir KPK tersebut mubazir dan menghamburkan uang negara.

(fas/dwia)