Satgas soal Futsal 'Polsek Medan Kota Vs Alwashliyah': Harusnya Patuhi Prokes

Ahmad Arfah - detikNews
Senin, 01 Feb 2021 17:34 WIB
Screenshot viral pertandingan futsal dipenuhi penonton di Sumut (dok. Istimewa)
Screenshot viral pertandingan futsal dipenuhi penonton di Sumut. (Foto: Istimewa)
Medan -

Satuan Tugas (Satgas) COVID-19 Sumatera Utara buka suara soal viral kerumunan penonton saat pertandingan futsal 'Polsek Medan Kota vs Alwashliyah'. Satgas mengatakan seharusnya kegiatan apa pun di Sumut wajib mematuhi protokol kesehatan COVID-19.

"Harusnya itu mematuhi protokol kesehatan," kata jubir Satgas COVID-19 Sumut, Aris Yudhariansyah, saat dimintai konfirmasi, Senin (1/2/2021).

Aris mengatakan bakal mengecek izin pertandingan tersebut. Dia mengatakan kegiatan apa pun harus mendapat izin dari Satgas COVID-19 sebelum digelar.

"Jangankan pertandingan gitu, pesta pernikahan juga harus dapat rekomendasi dari Satgas, begitu seharusnya," tuturnya.

Sebelumnya, pertandingan futsal 'Polsek Medan Kota vs Alwasliyah' viral karena dipadati penonton. Pertandingan ini dilaksanakan di Kabupaten Deli Serdang.

Video yang viral itu berjudul 'Live Final Fun Futsal Cup: Polsek Medan Kota Vs Al-Washliyah'. Suara komentator yang ada di video itu menyebut pertandingan ini merupakan pertandingan final antara tim dari Polsek Medan Kota dan Alwashliyah Tanjungbalai. Namun tak dijelaskan detail apakah pemain merupakan personel polisi atau bukan.

Suara dalam video juga mengatakan suasana di gedung terlihat ramai. Hal ini terjadi karena pertandingan yang sedang berlangsung merupakan pertandingan final.

"Sangat menghibur sekali bagi masyarakat Kota Medan kita lihat di Fun Futsal Cup 2021 ini memang sangat penuh sekali. Karena di semifinal kemarin tidak begitu ramai, tapi final tumpah ruah," demikian terdengar suara dalam video itu.

Panitia pelaksana pertandingan, Bani, mengatakan peristiwa itu terjadi pada Minggu (31/1). Penonton ramai karena sedang berlangsung pertandingan futsal itu final.

"Hanya semalam aja yang ramai, karena final. Biasanya tidak seramai itu," kata Bani.

Polri juga telah mengambil sikap. Polri akan menyelidiki dan memeriksa fakta di balik video tersebut.

"Akan dilakukan penyelidikan dan pemeriksaan," tegas Kadiv Humas Polri Irjen Argo Yuwono.

(haf/haf)