Rizal Djalil Bantah Terima Rp 1 Miliar dari Pengusaha Terkait Proyek SPAM

ADVERTISEMENT

Rizal Djalil Bantah Terima Rp 1 Miliar dari Pengusaha Terkait Proyek SPAM

Zunita Putri - detikNews
Senin, 01 Feb 2021 16:04 WIB
Sidang kasus suap proyek SPAM PUPR yang menghadirkan Rizal Djalil
Sidang kasus suap proyek SPAM PUPR yang menghadirkan Rizal Djalil. (Zunita/detikcom)
Jakarta -

Mantan anggota IV Badan Pemeriksaan Keuangan (BPK), Rizal Djalil, membantah menerima uang Rp 1 miliar dari mantan Komisaris Utama PT Minarta Dutahutama, Leonardo Jusminarta Prasetyo, yang diserahkan melalui anaknya Dipo Nurhadi Ilham. Rizal membantah menerima uang Rp 1 miliar tersebut di rumahnya.

Hal itu disampaikan Rizal saat bersaksi secara virtual di sidang dengan terdakwa Leonardo Jusminarta di Pengadilan Tipikor Jakarta, Jalan Bungur Besar Raya, Jakarta Pusat, Senin (1/2/2021). Rizal awalnya ditanya oleh jaksa KPK soal paper bag berisi uang yang diserahkan Dipo.

"Apakah Dipo pernah telepon Saudara, dan katakan ada titipan berkas dari Febi untuk Saudara, kemudian ditaruh di rumah Saudara di Pejaten Pasar Minggu?" tanya jaksa KPK.

Rizal mengaku tidak ingat tentang pemberian paper bag itu. Dia menegaskan dia tidak pernah menerima apa pun.

"Apa Saudara pernah lihat paper bag di meja Saudara seperti yang disampaikan Dipo?" tanya jaksa lagi.

"Saya tidak punya meja kerja di rumah, dan tak pernah terima apa pun," kata Rizal.

Rizal mengaku di rumahnya tidak ada meja kerja. Dia juga mengatakan pekerjaan kantor tidak pernah dibawa ke rumahnya.

"Saya ulangi, saya nggak pernah terima bag atau map, dan kedua di rumah saya nggak ada meja kerja, saya nggak pernah bawa meja kantor ke rumah, nggak pernah," tegas Rizal.

Untuk diketahui, dalam dakwaan Leonardo, jaksa menyebut Leonardo memberikan uang kepada Rizal Djalil melalui Febi Festia yang merupakan mantan adik iparnya sebesar USD 20 ribu, dan SGD 100 ribu, yang ditukarkan dalam bentuk rupiah Rp 1 miliar. Uang Rp 1 miliar itu diletakkan di dalam paper bag oleh Febi, kemudian diberikan ke Rizal melalui anak Rizal bernama Dipo Nurhadi Ilham.

Jaksa mengatakan uang Rp 1 miliar diterima Rizal Djalil. Sedangkan USD 20 ribu digunakan Febi untuk keperluan pribadinya.

Dalam sidang ini duduk sebagai terdakwa adalah Leonardo. Leonardo Jusminarta Prasetyo didakwa bersama Misnan Miskiy selaku Direktur Teknis dan Pemasaran PT Minarta Dutahutama memberi suap USD 20 ribu dan SGD 100 ribu kepada Rizal Djalil. Suap diberikan agar Rizal Djalil mengupayakan PT Minarta Dutahutama mendapat proyek SPAM.

Leonardo dan Misnan Miskiy disebut jaksa melanggar Pasal 5 ayat (1) huruf b atau Pasal 13 Undang-Undang RI Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang RI Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

(zap/rfs)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT