Ribuan Ikan Mati di Jatiluhur, KKP Bicara Fenomena Upwelling

Isal Mawardi - detikNews
Senin, 01 Feb 2021 07:39 WIB
Ikan-ikan di Situ Rawa Besar, Depok mendadak mati.
Ikan-ikan di Situ Rawa Besar, Depok, mendadak mati. (Jehan/detikcom)
Jakarta -

Ribuan ikan mati di Waduk Jatiluhur di Purwakarta dan Waduk Saguling di Bandung Barat karena cuaca buruk. Kementerian Kelautan dan Perikanan RI bicara mengenai fenomena upwelling atau pembalikan massa air.

"Jadi upwelling begini, suhu air itu yang di bawah itu dia kan dingin, kalau misalkan ada perubahan cuaca terus antara suhu atas dan bawah berbeda, maka yang di atas itu akan naik (suhu)," ujar Plt Direktur Jenderal Perikanan Tangkap KKP, Muhammad Zaini, ketika dihubungi detikcom, Minggu (31/1/2021).

"Jika (suhu) naik itu akan membawa nutrien di dasar perairan, nah di situ akan membawa racun," lanjut Zaini.

Zaini menjelaskan suhu permukaan air akan rendah karena musim hujan yang saat ini melanda Indonesia. Jadi, jika suhu rendah, berat jenis air di permukaan akan tinggi.

"Biasanya kan musim hujan kan dingin di atas suhu air di permukaannya dia lebih rendah karena lebih rendah maka berat jenisnya lebih tinggi," ujar Zaini.

Ikan tawes hingga sapu-sapu mati karena sungai Citarum tercemar limbahIkan tawes hingga sapu-sapu mati di Sungai Citarum. (Luthfiana Awaluddin/detikcom)

Karena hal itu, akan terjadi perputaran air dari atas ke bawah. Penyebabnya, berat jenis air di atas lebih tinggi daripada berat jenis air di dasar kolam atau danau. Namun, air yang berputar dari dasar ke atas juga membawa hidrogen sulfida (H2S), gas beracun.

"Karena berat jenisnya lebih tinggi, maka dia akan tenggelam ke bawah nah yang di bawah kan terdesak, dia naik ke atas dari air dasar ke atas itulah yang membawa sulfida," tutur Zaini.

Zaini menerangkan sulfida ini terbentuk dari sisa-sisa organik yang membusuk. Bisa karena tanaman yang mati ataupun sisa makanan ikan yang mengendap.

"Oksidasinya akan terjadi saat secara anaerob karena dibawa tidak ada oksigen sehingga menjadi H2S, hidrogen sulfida dan sulfida itulah yang naik ke atas akan meracuni ikan yang ada atas kolam air," papar Zaini.

Zaini menyebut kematian ikan akibat cuaca buruk ini rutin terjadi setiap tahun. Salah satu tempat yang bakal terjadi fenomena upwelling adalah Danau Toba, Sumatera Utara.

"Biasanya terjadi di Danau Toba juga sering terjadi, di mana di situ banyak keramba-keramba apung itu pasti akan terjadi jadi keramba apung itu ngasih makan tiap hari dan makanan yang tidak termakan itu akan mengendap ke dasar perairan. Nah kemudian dasar perairan itu pasti akan membusuk di situ udah membusuk itu salah satu yang dihasilkan oleh sulfida," tutupnya.

Diberitakan sebelumnya, ribuan ikan mati mendadak karena cuaca buruk di Waduk Jatiluhur dan Waduk Saguling. Petani ikan Edo Junaedi di waduk Jatiluhur menyebut kondisi ini sudah terjadi sejak lima hari lalu.

"Udah dari lima hari yang lalu, karena cuaca mendung jadi nggak ada matahari, kalau ada matahari mah bagus lagi. Ada airnya dingin ikan nggak kuat, ada air dari bawah juga naik ke permukaan jadi membuat ikan mabuk dan mati," ujar petani ikan Edo Junaedi kepada detikcom ketika mengambil ikan mati di Waduk Jatiluhur, Minggu (31/1/2021).

Sementara itu, kasus serupa terjadi di Waduk Saguling. Fenomena kematian ikan terjadi selama sepekan terakhir.

"Sekitar hari Selasa sampai Jumat pada minggu lalu terjadi kematian ikan KJA di blok Bunder, Perlas, dan Gombong. Yang mati sampai terbuang akhirnya itu ada 25 ton," ungkap Kepala Dinas Perikanan dan Peternakan (Dispernakan) Bandung Barat Unang Husni Thamrin, Minggu (31/1/2021)

(isa/imk)