Viral di TikTok, Anggota DPR Jelaskan soal 'NTT Istimewanya Komodo Saja'

Eva Safitri - detikNews
Minggu, 31 Jan 2021 20:10 WIB
Jakarta - Anggota Komisi V DPR fraksi Partai Amanat Nasional (PAN) Jambi, A Bakri HM, ramai diperbincangkan karena pernyataannya yang dianggap mengejek wisata di Nusa Tenggara Timur (NTT). Bakri angkat bicara terkait hal ini.

Pernyataan Bakri ini awalnya viral di TikTok. Ada potongan ucapannya pada rapat Komisi V DPR bersama Dirjen Cipta Karya dan Kepala Badan Pengembangan Infrastruktur Wilayah (BPIW) Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (KemenPUPR) pada Selasa (26/1).

"Saya kemarin diajak teman-teman komisi V (DPR) kunjungan ke NTT. Tidak ada yang istimewa di sana. Paling yang istimewanya komodo saja," kata Bakri dalam potongan video yang viral itu. Potongan video itu lalu dipadu dengan foto-foto keindahan alam NTT.

Hingga Minggu (31/1) pukul 20.00 WIB, video itu sudah dilihat lebih dari 283 ribu kali di TikTok.

Saat dihubungi, Bakri menjelaskan momen yang viral tersebut. Bakri mengatakan saat itu rapat dengan Kementerian PUPR membahas program kerja 2020 dan 2021 termasuk anggaran pembangunan destinasi wisata. Kemudian dia menyoroti anggaran pembangunan wisata terutama di NTT.

"Nah dalam pembahasan itu ada item anggaran uang yang cukup besar untuk digelontorkan untuk destinsi wisata 5 wilayah itu. Nah sementara kita kita ini bisa bilang, kenapa tidak daerah-daerah dapil anggota yang ada di komisi V itu kan punya wisata di daerah masing-masing, seperti contoh Jambi ada Gunung Kerincinya, ada Geopark-nya, ada Candi Muarajambi yang terkenal, tapi anggaran untuk pariwisatanya minim," kata Bakri, kepada detikcom, Minggu (31/1/2021).

"Jadi saya bilang di NTT pun indah, tapi tidak pula terlalu istimewa, yang terlalu istimewa yang komodonya itu, karena memang komodonya itu semua orang tidak punya, kalau pantai kan banyak, di Bali ada," lanjutnya.

Bakri pun meluruskan ucapannya itu bukan bermaksud untuk mengejek wisata Provinsi NTT. Dia mengatakan dirinya saat itu tengah mengkritik pemerintah yang menurutnya tidak memperhatikan wisata di daerah lain.

"Kita itu mengkritik pemerintah, pemerintah itu tidak maksimal memperhatikan wisata di daerah-daerah lain. Sementara anggaran ke NTT itu bukan main, ratusan miliaran untuk keseluruhan 5 destinasi wisata prioritas itu, yang jelas fantastik lah angkanya," ujar Bakri.

"Jadi intinya saya tidak ada maksud merendahkan, apalagi bicara provinsi sesama saudara," lanjutnya.

Lebih lanjut, Bakri mengatakan pihaknya justru memperjuangkan pembangunan wisata di NTT. Dia mengatakan Komisi V sepenuhnya mendukung wisata NTT, terutama Pulau Komodo.

"Kalau ada bahasa menyatakan Bakri itu tidak memperjuangkan wisata di NTT itu salah, kita malah memperjuangkan anggarannya di 2020, makanya di 2020 kita kunjungan ke NTT, kita malah menggelontorkan ke NTT itu banyak," tuturnya. (eva/imk)