Sekjen Jokowi Centre Minta Fakta Hukum Dikedepankan di Kasus Berlatar SARA

Mei Amelia R - detikNews
Minggu, 31 Jan 2021 18:16 WIB
Jakarta -

Jokowi Centre menyoroti kasus-kasus berlatar SARA yang sedang menjadi sorotan publik. Jokowi Centre minta fakta hukum dikedepankan.

Pernyataan itu disampaikan terkait kasus dugaan rasis Ambroncius Nababan, Yusuf Leonard Henuk, hingga Abu Janda.

"Kita berharap penanganan laporan atas kasus tersebut di atas jangan sampai terbawa arus komunikasi viral netizen tetapi harus mengedepankan fakta hukum," kata Sekjen Jokowi Centre, Imanta Ginting dalam pernyataan kepada wartawan, Minggu (31/1/2021).

Menurut Imanta, kasus-kasus tersebut menjadi polemik berkepanjangan karena turut 'dimainkan' pihak-pihak tertentu. Namun, dia tidak menyebut pihak yang dimaksud itu.

"Perlu ada tindakan tegas dari kepolisian dan lembaga-lembaga terkait. Kalau dibiarkan akan menjadi preseden buruk bagi bangsa kita yang berdampak pada disharmonisasi masyarakat dan konflik horizontal," ujarnya.

Imanta mengatakan ada unggahan-unggahan bernada provokatif terkait kasus berlatar SARA itu. Pihaknya meminta pihak yang mengedit dan memviralkan status tersebut juga ditindak.

"Melihat perkembangan situasi sekarang ini, ada kelompok-kelompok yang mencoba bermain untuk memecah belah keutuhan bangsa. Ini bukan sekadar masalah status di medsos, tetapi sudah menyangkut masalah keutuhan bangsa, sehingga penegak hukum perlu bertindak cepat," kata Imanta.

Seperti diketahui, Ambroncius Nababan yang merupakan Ketua PROJAMIN dipolisikan terkait ujaran rasis kepada Natalius Pigai. Ambroncius Nababan telah ditangkap dan ditahan Bareskrim Polri.

Semetara itu, Permadi Arya alias Abu Janda dipolisikan terkait cuitan yang dianggap rasis ke Natalius Pigai serta cuitan 'Islam arogan' saat twitwar dengan Tengku Zulkarnain. Abu Janda dipanggil Bareskrim pada Senin (1/2).

(imk/mae)