Harlah NU Ke-95, PDIP Tepis Anggapan Anti-ulama dan Anti-Islam

Wilda Nufus - detikNews
Minggu, 31 Jan 2021 17:46 WIB
Jakarta -

Saat peringatan Harlah NU ke-95, Sekretaris Jenderal (Sekjen) PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto menepis anggapan bahwa partainya anti-Islam dan anti-ulama. Hasto menyebut hal itu hanya isu politik belaka.

PDIP menggelar peringatan Harlah NU ke-95 yang disiarkan langsung di kanal YouTube PDI Perjuangan, Minggu (31/1/2021). Dalam acara tersebut, Hasto menjawab pertanyaan Gus Miftah yang menyebut masih banyak masyarakat yang meragukan keislaman PDI Perjuangan.

"Ya itulah kalau kita sudah berbicara aspek politik, kekuasaan, padahal oleh Bu Mega (Megawati Soekarnoputri) kami diajarkan politik itu membangun peradaban, politik itu membangun persahabatan," tutur Hasto.

Hasto mengatakan partainya tidak serta-merta mengurus kader dan target pemilih saja, tapi juga senantiasa mengurus dan membersihkan lingkungan di sekitar. Menurutnya, hal itu merupakan nilai-nilai Islam yang juga diterapkan di tubuh partai berlogo banteng moncong putih itu.

"Maka kalau di PDI Perjuangan namanya politik itu tidak hanya urusin pemilih, pohon-pohon pun kami urus semua pohonnya, kami menanam lingkungan, membersihkan sungai, diajarkan hidup bersih, bukankah itu juga nilai-nilai Islam? Ya, bagaimana berdisiplin dalam waktu, mengajarkan kebersihan seperti itu yang dijalani," ujar Hasto saat peringatan Harlah NU tersebut.