Deretan Dentuman Misterius di Indonesia dan Dugaan Penyebabnya

Tim detikcom - detikNews
Minggu, 31 Jan 2021 14:48 WIB

4. Dentuman di Banten, Diduga dari Suara Petir

Warga di Rangkasbitung Lebak, Banten, juga heboh oleh suara dentuman dini hari tadi. Kabar ini ramai dibicarakan di media sosial.

Disebutkan ada suara ledakan beruntun pada Jumat (29/1/2021) dini hari tadi pukul 02.00 WIB. Warganet mengaku mendengar dan menganggap bunyi dentuman berasal dari petir. Namun ada pula yang mengaku tidak mendengar sama sekali.

Kepala Seksi Data dan Informasi BMKG Kelas 1 Serang Tarjono mengatakan suara dentuman tersebut kemungkinan diprediksi dari suara petir. Karena saat ini khususnya di bulan Januari-Februari masih musim hujan.

"Kalau penjelasan BMKG untuk saat ini Januari-Februari puncaknya musim hujan. Fenoman La Nina-nya masih kuat dan intensitas durasi hujan masih berlangsung, kemungkinan menurut prediksi BMKG adalah dentuman diakibatkan oleh petir atau thunderstorm," kata Tarjono.

Dia mengatakan bisa saja dentuman akibat petir tersebut terjadi di daerah lain, namun warga Rangkasbitung ikut mendengarnya. Dia melaporkan hujan terjadi merata di wilayah Banten.

5. Dentuman di Mojokerto, Penyebab Misterius

Suara dentuman atau ledakan juga dilaporkan didengar warga Mojokerto, Jawa Timur. Sebagian warga meyakini, ledakan keras yang mengguncang Kabupaten Mojokerto beberapa waktu lalu akibat fenomena bola api.

Kepala Balai Pengamatan Antariksa dan Atmosfer Lapan Jatim Dian Yudha Risdianto menegaskan ledakan tersebut bukan akibat jatuhnya benda dari luar angkasa. Dia mengatakan bola api yang dilihat warga Dusun Mlaten, Desa Mojotamping, Kecamatan Bangsal, bukanlah benda dari luar angkasa berupa meteor maupun asteroid.

"Analisis saya, kecil kemungkinan itu asteroid atau meteor. Karena informasi saksi bergeraknya tidak cepat. Kalau asteroid kecepatannya sangat tinggi, sama dengan kecepatan suara (1.238 km/jam). Melayangnya setinggi 25 meter di atas rumah warga. Dengan ukuran sebesar bola kaki, pasti berantakan rumahnya. Karena asteroid akan menimbulkan gelombang seperti pesawat lewat. Namun, yang dilihat warga ledakannya, bukan suara gemuruh saat benda itu lewat," kata Dian saat dimintai konfirmasi detikcom, Kamis (28/1).

Dia mengatakan dentuman yang dikenal dengan skyquake atau gempa langit itu akan terjadi saat asteroid atau meteor memasuki atmosfer bumi. Selain itu, lubang yang biasa ditimbulkan karena jatuhnya benda dari luar angkasa tidak ditemukan di lokasi ledakan.

BMKG pun melaporkan tidak ada aktivitas kegempaan yang terpantau saat ledakan keras terjadi di Kabupaten Mojokerto pada Rabu (20/1) sekitar pukul 19.00 WIB.

Selanjutnya
Halaman
1 2 3 4