PD-PKS Tetap Dukung Pilkada Digelar 2022

Eva Safitri - detikNews
Minggu, 31 Jan 2021 13:53 WIB
Ilustrasi Bilik Suara
Ilustrasi Pemilu (Pradita Utama/detikcom)
Jakarta -

Partai Demokrat (PD) dan PKS mendukung agar pemilihan kepala daerah (pilkada) tetap digelar pada 2022/2023. Sesuai dengan siklus 5 tahunan di wilayah tersebut.

Waketum Partai Demokrat, Marwan Cik Hasan, mengatakan pilkada serentak 2024 akan memberatkan anggaran. Dia juga berbicara terkait demokrasi yang tidak sehat jika suatu wilayah dipimpin penanggung jawab dalam waktu yang lama.

"Kita tetap mendorong adanya pilkada 2022 dan 2023 sebagai bagian dari siklus 5 tahun demokrasi kita, kalau tidak ada pilkada berarti semua jabatan bupati dan gubernur akan diisi oleh PJ yang akan bekerja cukup lama. Ini kurang sehat untuk demokrasi kita, juga untuk program pembangunan di daerah. Lagi pula kalau semuanya ditumpuk di 2024 meskipun berbeda bulannya akan memberat anggaran, penyelenggaraan juga kejenuhan pemilih," kata Marwan, kepada wartawan, Minggu (31/1/2021).

Sekretaris Fraksi Demokrat DPR ini menghargai pandangan fraksi lain yang tetap ingin pilkada 2024. Menurutnya, revisi UU Pemilu harus tetap berjalan karena dalam draf itu bukan hanya terkait pilkada.

"Saya pikir kembali ke pandangan obyektif masing-masing partai. Kalau di DPR kan, RUU pemilu semua sepakat masuk ke Prolegnas Prioritas 2021 tinggal menunggu pengesahan di Paripurna jadi RUU prioritas 2021," ujar Marwan.

"Mesti tetap dibahas saja sebagai RUU usul inisiatif DPR nanti diajukan ke pemerintah/presiden, nanti presiden baru memberikan tanggapan mau lanjut bahas atau ditolak. Kan revisi RUU tidak hanya berisi ada tidak pilkada 2022 dan 2024 tetapi berbagai penyempurnaan untuk demokrasi kita yang lebih baik," lanjutnya.

Dihubungi terpisah, Ketua DPP PKS, Bukhori Yusuf, mengatakan partainya tetap mendukung pilkada 2022/2023. Menurutnya, dalam situasi pandemi, dibutuhkan pemimpin yang kondusif di suatu wilayah .

"Saya kira ada beberapa partai pendukung pemerintah yang setuju normalisasi yaitu ke 2022 dan 2023. PKS setuju 2022 dan 2023 agar tidak terjadi yang tidak normal alias terlalu banyak. Dalam situasi pandemi seperti ini diperlukan kepemimpinan yang kondusif dan berkewenangan penuh untuk segera bisa menyelesaikan soal pandemi," ucapnya.

Lebih lanjut, dia berharap partai yang sejak awal mendukung adanya pilkada 2022 tetap konsisten. "Kami berharap partai-partai yang ada konsisten dengan pandangannya sebagaimana di awal," ujar Bukhori.

Berikut peta dukungan terhadap pilkada 2022, simak di halaman selanjutnya