Ketum PBNU Said Aqil: Silakan Belajar Ke Arab, Pulang Jangan Bawa Budayanya

Tim detikcom - detikNews
Minggu, 31 Jan 2021 01:59 WIB
Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Said Aqil Siroj (kedua kanan) didampingi Wakil Ketua Umum Maksum Mahfudz (kanan), Ketua Abdul Manan Ghoni (kiri) dan Ketua Robikin Emhas (kedua kiri) memberikan pernyataan sikap tentang kasus perairan Natuna di gedung PBNU, Jakarta, Senin (6/1/2020).
Ketum PBNU KH Said Aqil Siradj (Foto: Agung Pambudhy)
Jakarta -

Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), KH Said Aqil Siradj mempersilakan kepada generasi muda NU untuk belajar ke berbagai negara, salah satunya Arab Saudi. Dia berpesan ketika kembali ke Indonesia hanya membawa ilmunya saja tanpa membawa budaya dari negara yang menjadi tempat belajar.

"Sering saya katakan, silakan belajar cari ilmu ke Arab, Gus Dur keluaran Irak, Gus Mus keluaran Mesir, Pak Quraish Shihab Mesir, Alwi Shihab juga adiknya , Pak Aqil Munawar keluaran Mekkah, senior saya itu, saya jelek-jelek 13 tahun di Mekkah ini, S1 sampai S3, pulang jangan bawa budayanya, bawa ilmunya. Kenapa? Budaya kita lebih unggul dari pada budaya Arab," ujar Said dalam sambutannya di acara Harlah ke-95 NU di YouTube NU Channel, Sabtu (30/1/2021).

"Contoh, contoh satu saja kecil, di sana lewat di depan orang sedang salat biasa, malah melangkahi kepala orang lagi sujud biasa, yang sudah haji pasti sudah mengalami kepalanya dilangkahi lagi sujud. Itu di kita jangan coba-coba melangkahi kepala orang lagi sujud atau lewat di depan orang lagi salat saja sudah jelek sekali di kita ini," sambungnya.

Selain itu, Said juga mencontohkan budaya orang Arab ketika adik memanggil kakaknya langsung menyebutkan nama. Berbeda di Indonesia dengan sebutan yang lebih sopan.

"Di sana adik panggil kakak tidak ada 'kak, mas, bang', nggak ada, namanya saja langsung. Di kita betapa jeleknya, adik panggil namanya saja kepada kakaknya harus ada kang, kak, mas bang, itulah budaya kita lebih baik daripada mereka," katanya.

Dalam kesempatan itu, Said tak hanya menyebut negara Timur Tengah saja. Dia juga mempersilakan generasi muda NU untuk belajar ke Eropa hingga Amerika.

"Yang kuliah silakan kuliah ke Amerika, Eropa, Australi, monggo, tapi pulang bawa teknologi, jangan bawa budaya," katanya.

Simak selengkapnya di halaman berikutnya.

Selanjutnya
Halaman
1 2