Pimpinan DPRD Medan Minta Pelaku Jagal Kucing Diproses Hukum

Datuk Haris Molana - detikNews
Minggu, 31 Jan 2021 00:08 WIB
Screenshot posting-an viral wanita temukan goni isi kepala kucing di Medan (dok. Istimewa)
Foto: Screenshot posting-an viral wanita temukan goni isi kepala kucing di Medan (dok. Istimewa)
Medan -

Wakil Ketua DPRD Medan, Rajuddin Sagala meminta pelaku jagal kucing agar diproses hukum. Pelaku jagal menjual daging kucing untuk dikonsumsi.

"Pelaku perlu juga diberi sanksi hukum sesuai UU yang berlaku agar yang bersangkutan tidak mengulangi lagi," ujar Rajuddin dimintai konfirmasi, Sabtu (30/1/2021).

Menurutnya, tidak pantas kucing menjadi hewan konsumsi. Rajuddin mengatakan seharusnya kucing menjadi hewan peliharaan dan disayang.

"Tidaklah pantas hewan seperti kucing dijagal, dimakan atau diperjualbelikan seperti itu setelah disakiti, seharusnya hewan kucing itu disayangi dengan merawat dan memeliharanya dengan baik, bukankah kucing juga kesayangan para sahabat Nabi sehingga ada seorang sahabat Rasul dijuluki Abu Hurairah, artinya bapak kucing karena saking sayangnya sama kucing peliharaannya, yang selalu dia rawat dengan baik sehingga kucing tersebut jadi jinak, saat dia keluar rumah sang kucing mengikutinya karena perilakunya yang baik terhadap kucing tersebut," katanya.

Sebelumnya, lokasi yang diduga sebagai rumah jagal kucing di Jalan Tangguk Bongkar VII, Medan Denai, bikin heboh warga. Keberadaan rumah jagal kucing ini mencuat usai seorang bernama Sonia membuat posting-an soal penemuan karung berisi kucing yang telah dikuliti di akun Instagram-nya pada Rabu (27/1).

Dia mengunggah foto-foto potongan tubuh hingga kepala kucing yang sebagian telah dikuliti. Sonia, yang dihubungi pada Kamis (28/1), membenarkan peristiwa yang diunggahnya itu. Dia meminta agar penjelasan dikutip dari posting-annya.

Sonia menceritakan penemuan karung isi kucing yang dikuliti itu berawal saat dirinya mencari kucingnya, Tayo, yang sudah hilang selama 2 hari. Sonia menyebut orang yang diduga menangkap kucingnya itu disebut sudah sering mencuri kucing untuk dijual. Dia kemudian datang ke lokasi yang dimaksud dan menemukan potongan tubuh kucing dalam karung.

Warga setempat, Anggiat Sipahutar, mengatakan orang yang tinggal rumah itu sering memotong kucing. Anggiat menyebut kucing itu dipotong untuk dijual dagingnya.

"Untuk dijualnya, untuk dimakannya, untuk cari makannya," tuturnya.

Polisi tengah mengusut dugaan tindak pidana yang dilakukan pemilik rumah jagal, NS. Menurut polisi, NS bisa dijerat pasal pencurian dan penganiayaan hewan peliharaan.

(man/man)