Sah! NTB Punya Perda Cegah Perkawinan Anak, Sanksinya Bisa Pidana

Faruk - detikNews
Sabtu, 30 Jan 2021 16:31 WIB
Wedding in the mountains Mangup in Crimea
Ilustrasi pernikahan dini (Foto: dok. Thinkstock)
Mataram -

Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Nusa Tenggara Barat (NTB) akhirnya mengesahkan Raperda tentang Pencegahan dan Perkawinan Anak menjadi peraturan daerah. Perda ini dibuat menyusul tingginya angka perkawinan anak.

Perda yang merupakan prakarsa atau inisiatif DPRD NTB ini disetujui untuk ditetapkan sebagai perda dalam rapat paripurna yang digelar pada Jumat (29/1/2021) kemarin.

"Alhamdulillah, sebagai Ketua Pansus Raperda di DPRD NTB, hari ini bisa rampung menyelesaikan Raperda Perkawinan Anak dalam paripurna DPRD NTB. Artinya, Raperda Pencegahan Perkawinan Anak ini sudah ketok palu atau disahkan," kata Ketua Pansus Akhdiyansyah kepada detikcom, Sabtu (30/1/2021).

Dikatakannya, raperda disahkan setelah melakukan serangkaian kegiatan untuk menyempurnakan sehingga menjadi perda. Dalam perda tersebut terdapat sanksi bagi setiap orang yang melanggar serta terdapat reward untuk siapa saja yang mampu menekan angka pernikahan usia anak.

"Sanksi pidana juga akan dimasukkan dalam perda tersebut. Dalam formulasi itu juga muncul ide reward bagi yang berhasil menurunkan atau mencegah angka perkawinan usia anak," ujarnya.

Menurut Akhdiansyah, perda tersebut merupakan upaya menekan laju pernikahan usia anak. Dalam 5 tahun terakhir, angka pernikahan usia anak di NTB selalu tinggi.

Simak selengkapnya di halaman selanjutnya.