Viral Dosen USU Salah Sangka dan Terharu Perjuangan Mahasiswi Yatim-Piatu

Datuk Haris Molana - detikNews
Jumat, 29 Jan 2021 21:40 WIB
Dosen USU Syafruddin Pohan bersama mahasiswinya Nurul (dok Istimewa)
Dosen USU, Syafruddin Pohan, bersama mahasiswinya, Nurul (Foto: Istimewa)

Pengalaman mengajar bertahun-tahun menajamkan intuisi Syafruddin soal 'isi otak' mahasiswa. Lama menunggu, Syafruddin memilih beristirahat.

"Tapi di situ saya membatin, ini kayaknya bukan anak berkecukupan. Biasanya kan anak zaman now, minta di-share loc (kirim lokasi). Sampai saat di rumah, saya tunggu setengah jam. Kalau ukuran dari kampus ke rumah setengah jam itu udah sampai. Dia tidak sampai. Kemudian saya tidur, karena kecapean," sebut Syafruddin.

Beberapa saat kemudian Syafruddin dibangunkan istrinya karena ada mahasiswi datang dengan mengendarai sepeda. Syafruddin kaget.

"Baru sekitar pukul 17.30 WIB, oleh istri dibangunin ada mahasiswa datang naik sepeda. Pas tahu naik sepeda, saya langsung lompat. Saya langsung refleks, lalu pakai baju kemeja seadanya jumpai mahasiswa tersebut," ujar Syafruddin.

Berempati karena tahu Nurul bersepeda untuk mendatangi rumahnya, Syafruddin membuka pembicaraan soal kondisi sosial-ekonomi Nurul.

"Ini naik sepeda ini dari mana? Nurul mengaku dari rumahnya dari Medan Tembung. Jadi, hanya untuk nyerahkan tugas ini? Iya, Pak," ujar Syafruddin.

Sore itu Medan diguyur hujan. Istri Syafruddin pun memberikan mantel kepada Nurul. Di sela-sela itu, mereka pun kembali mengobrol. Syafruddin pun bertanya soal kondisi orang tua Nurul. Dia tersentak, tak menyangka Nurul anak yatim-piatu.

"Kalau ayah kelas IV SD sudah meninggal. Sakit apa? Diabetes. Ibu? Sudah meninggal, nggak berapa lama bapak meninggal, ibu kena kanker," kata Syafruddin menirukan dialog dengan Nurul.

Nurul mengaku tinggal bersama kakak dan abangnya. Namun ekonomi kakak-abangnya pun tidak mendukung proses kuliahnya. Nurul mengaku tak bisa berkuliah saat tak punya uang.

Untuk menutupi kebutuhannya, Nurul mencari penghasilan dengan mengajar mengaji anak-anak. Honor dari situlah yang jadi ongkos untuk berkuliah.

Nurul kini sedang berjuang menyiapkan skripsinya. Saat ini, banyak masyarakat pun telah mendukung Nurul. Syafruddin berharap nasib baik selalu menyertai Nurul.

Halaman

(jbr/jbr)