Viral Dosen USU Salah Sangka dan Terharu Perjuangan Mahasiswi Yatim-Piatu

Datuk Haris Molana - detikNews
Jumat, 29 Jan 2021 21:40 WIB
Dosen USU Syafruddin Pohan bersama mahasiswinya Nurul (dok Istimewa)
Dosen USU, Syafruddin Pohan, bersama mahasiswinya, Nurul (Foto: Istimewa)
Medan -

Perjuangan Nurul, mahasiswi Universitas Sumatera Utara (USU), bikin Syafruddin Pohan terharu. Dosen Komunikasi FISIP USU ini menceritakan peliknya tantangan Nurul berkuliah.

Cerita yang dibuat Syafruddin kemudian viral di media sosial (medsos). Syafruddin menceritakan soal perjuangan Nurul berkuliah dengan berbagai keterbatasan.

Syafruddin sempat salah sangka terhadap Nurul. Sebab, ada mata kuliah dari mahasiswinya tersebut yang tidak lulus.

"Nurul ini kan mahasiswi saya. Jadi, dia ada beberapa mata kuliah yang diambil sama saya. Waktu berlalu, mata kuliah ada yang tidak lulus. Saya berpatokan pada peraturan juga, kalau tidak ikut UTS atau segala macam, kan ada sanksinya. Jadi, itu di luar pengetahuan saya kalau dia nggak kuliah itu karena kekurangan ongkos atau apa. Waktu itu saya nggak tahu," ujar Syafruddin kepada detikcom, Jumat (29/1/2021).

Waktu berjalan, Syafruddin berjumpa dengan Nurul. Mahasiswinya itu meminta ujian khusus dengannya.

"Saya jumpa sama dia, dia bilang, 'saya mau ujian khusus sama Bapak', ada beberapa gitu kan. Karena sudah bimbingan skripsi segala macam, tapi persyaratannya mesti ada perbaikan dulu baru nanti sidang begitu. 'Oke baiklah' saya bilang gitu kan, dengan waktu yang disepakati, untuk mata kuliah saya, 'buat saja tugas, ini topiknya. Nanti, kalau telah selesai hubungi Bapak'," kata Syafruddin.

Nurul mengerjakan tugas itu dengan cepat. Awalnya, Nurul diminta menyerahkan tugas itu kampus pada Senin (18/1). Namun Syafruddin yang lama menunggu tidak ditemui oleh Nurul. Syafruddin memutuskan pulang saat waktu beranjak sore.

Sesaat di jalan pulang, Syafruddin dikabari Nurul. Dia meminta maaf karena tidak bisa menyerahkan tugas di kampus. Nurul pun meminta alamat Syafruddin untuk menyerahkan tugas yang sudah diselesaikannya.

"Setelah itu saya pulang, di tengah jalan, biasanya di lampu merah ada jeda, interval waktu, saya liat HP, buka WA. Dia bilang, 'maaf, Pak, saya tadi tidak bisa jumpai Bapak karena tempat rental pengetikan dan penjilidan saya itu mati lampu. Jadi nggak bisa saya penuhi'," ujar Syafruddin

Syafruddin menduga mahasiswinya hanya mencari alasan karena tak menyerahkan tugas yang diberinya. Syafruddin akhirnya memberikan alamat setelah Nurul meminta maaf.

"Dalam hati saya, kalau mahasiswa nggak jauh-jauh ini, pasti bikin alasan. Tapi saya nggak ngomong apa-apa, cuma membatin aja. Nah, ini lagi-lagi modus kayaknya begitu ya saya pikir. Kemudian dia mengatakan mohon maaf, 'kalau bisa saya minta alamat lengkap Bapak, saya mau serahin tugas saya ini'. Karena saya berempati juga, saya nggak tahu ya seperti itu. Saya nggak tahu kondisi sosial-ekonominya, saya nggak tahu. Jadi saya kasih alamat lengkapnya," kata dia.

Simak cerita Syafruddin terharu atas perjuangan Nurul selengkapnya di halaman berikutnya.

Selanjutnya
Halaman
1 2