Pemkot Semarang Siapkan Museum Berteknologi Imersif Pertama di RI

Inkana Putri - detikNews
Jumat, 29 Jan 2021 20:11 WIB
Museum Kereta Ambarawa
Ilustrasi/Foto: Eko Susanto
Jakarta -

Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi telah menyiapkan sejumlah project penguatan sektor pariwisata di Semarang sepanjang 2021. Setelah Dinas Pekerjaan Umum Kota Semarang mengonfirmasi terkait realisasi jembatan kaca di area Hutan Wisata Tinjomoyo, kini Dinas Kebudayaan dan Pariwisata tengah menyiapkan museum sejarah berteknologi imersif pertama di Indonesia.

Wali kota yang akrab disapa Hendi ini mengungkapkan museum tersebut akan menggunakan bangunan yang telah didirikan oleh Kementerian PUPR di bundaran Bubakan, Kota Semarang. Bahkan, gambaran museum imersif pun telah diunggah oleh Hendi di Instagram pribadinya @HendrarPrihadi.

"Untuk fisik bangunannya oleh Kementerian PUPR, sedangkan dari Disbudpar (Dinas Kebudayaan dan Pariwisata) yang nanti akan mendesain dalam museumnya," ujar Hendi dalam keterangan tertulis, Jumat (29/1/2021).

Adapun imersif merupakan konsep teknologi yang mulai diterapkan pada sejumlah museum di berbagai negara untuk menarik minat pengunjung. Konsep tersebut mengaburkan batasan antara dunia digital dengan dunia nyata sehingga pengunjung bisa mendapatkan pengalaman baru. Hendi menyampaikan saat ini persiapan museum sedang dalam penyempurnaan pengaplikasian konsep teknologi.

"Saat ini ada dalam tahap penyempurnaan konsep pengaplikasian teknologi, semoga prosesnya lancar," imbuhnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Semarang, Indriyasari mengatakan konsep utama museum, yakni mengenai sejarah Kota Semarang. Ia menjelaskan pihaknya akan memberikan hiburan sekaligus pembelajaran sejarah dengan metode yang menarik. Dengan begitu, pengunjung dapat merasakan ambience atau kondisi Semarang tempo dulu.

"Kita seolah-olah berada di masa lalu, masuk lorong waktu, menikmati kondisi saat itu. Misal, suasana di Kali Semarang. Pengunjung seolah berada di sana menikmati aktivitas perdagangan di sana. Kemudian, berkeliling Kota Lama. Jadi, bercerita narasi Kota Semarang tapi dikemas lebih menarik," jelas Iin.

Senada dengan Hendi, Iin juga mengungkapkan saat ini perkembangan museum masih dalam tahap penyiapan sejumlah teknologi, termasuk untuk set ruang museum. Sembari menunggu, pihaknya juga terus menggali narasi soal sejarah Semarang, salah satunya dengan berkomunikasi bersama Balai Arkeologi Yogyakarta.

Selain mempersiapkan desain museum, Disbudpar Kota Semarang bersama dinas terkait pun mempersiapkan manajemen lalu lintas sekitar museum. Pasalnya, Museum Bubakan berada tepat di bundaran sehingga jika tidak ada rekayasa lalu lintas dapat menimbulkan kemacetan.

Terkait hal ini, Iin juga menyebut ketersediaan lahan parkir juga menjadi salah satu hal yang dipikirkan sebelum membuka museum untuk umum.

"Tempat parkir sudah ada pembicaraan tapi perlu finalisasi. Akses ke museum juga kami pikirkan. Nanti ada satu ruas jalan yang dibuat taman dari tempat parkir menuju museum," paparnya.

Soal pembukaan museum, Iin menargetkan museum baru bisa dinikmati masyarakat pada pertengahan tahun 2021. Ia juga berharap kehadiran museum dapat menambah destinasi baru di kawasan Kota Lama Semarang.

"Target kami Agustus sudah bisa dinikmati masyarakat," pungkasnya.

(akn/ega)