Abu Janda Sebut 'Islam Arogan', PP Muhammadiyah: Suruh Belajar Ngaji Dulu

Adhyasta Dirgantara - detikNews
Jumat, 29 Jan 2021 20:07 WIB
Sekretaris Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Abdul Muti
Sekretaris Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Abdul Mu'ti (Sachril/detikcom)
Jakarta -

Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah turut merespons cuitan dari Permadi Arya atau Abu Janda di Twitter soal 'Islam arogan'. PP Muhammadiyah meminta Abu Janda memperdalam ilmu agamanya.

"He-he... suruh belajar ngaji dulu lah dia," ujar Sekretaris Umum PP Muhammadiyah, Abdul Mu'ti, kepada wartawan, Jumat (29/1/2021).

Abdul Mu'ti mengatakan kalau Abu Janda harus memperdalam ilmu mengajinya terlebih dahulu. Pasalnya, Mu'ti merasa Abu Janda keliru dalam memahami ajaran Islam.

"Biar ngajinya diperdalam dulu supaya nggak keliru memahami ajaran Islam," sebutnya.

Selain itu, Mu'ti meluruskan kalau ajaran Islam selalu memberi kebebasan kepada umatnya. Mu'ti menyebutkan, dalam Al-Qur'an, orang beragama dibebaskan untuk memilih menjadi orang baik atau tidak.

"Saya kira itu bukan Islam-nya. Karena kalau kita lihat Islam itu, jangankan terhadap... misalnya, aliran kepercayaan, orang mau beragama atau tidak beragama saja diberikan kebebasan kok di Islam. Qur'an itu berulangkali mengatakan kalau kamu ingin jadi orang beragama yang baik silakan, jadi orang beragama yang tidak baik juga silakan," jelas Mu'ti.

Dengan demikian, ia mengatakan, jika menunjuk bahwa Islam itu arogan, orang tersebut salah alamat. Mu'ti menjelaskan bahwa antara agama dan muslim itu berbeda.

"Jadi kalau itu ditujukan kepada Islam-nya, itu saya kira salah alamat. Karena Islam sama sekali tidak melarang orang untuk menganut agama lain, kemudian memaksakan kehendak untuk orang juga harus masuk Islam sama sekali tidak ada itu. Tapi kalau muslimnya itu harus dibedakan dengan Islam-nya. Jadi saya kira salah alamat kalau yang dimaksud itu adalah ajaran agama Islam-nya," tuturnya.

Berita selengkapnya di halaman berikutnya.

Sebelumnya, cuitan Permadi Arya alias Abu Janda yang menyebut 'Islam arogan' disorot Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU). Cuitan Abu Janda ini berawal dari twit war dengan Tengku Zulkarnain.

Pada awalnya, Tengku Zulkarnain lewat akun Twitter @ustadztengkuzul, berbicara soal arogansi minoritas terhadap mayoritas di Afrika. Lalu, Tengku Zulkarnain menyebut tidak boleh ada arogansi, baik dari golongan mayoritas ke minoritas maupun sebaliknya. Cuitan ini dipublikasikan hari Minggu (24/1/2021).

"Dulu minoritas arogan terhadap mayoritas di Afrika Selatan selama ratusan tahun, apartheid. Akhirnya tumbang juga. Di mana-mana negara normal tidak boleh mayoritas arogan terhadap minoritas. Apalagi jika yang arogan minoritas. Ngeri melihat betapa kini Ulama dan Islam dihina di NKRI," cuit Tengku Zulkarnain lewat akun Twitter @ustadztengkuzul, seperti dilihat, Jumat (29/1).

Abu Janda membalas cuitan Tengku Zulkarnain. Dia menyebut ada Islam yang 'arogan' karena mengharamkan kearifan lokal di Indonesia.

"Yang arogan di Indonesia itu adalah Islam sebagai agama pendatang dari Arab kepada budaya asli kearifan lokal. Haram-haramkan ritual sedekah laut, sampai kebaya diharamkan dengan alasan aurat," cuit Abu Janda lewat akun @permadiaktivis1.

Kemudian, Abu Janda memberikan pandangannya. Dia memberikan argumen yang menurutnya Islam arogan pada kearifan lokal.

"Ritual tradisi asli dibubarin alasan syirik, pakai kebaya dibilang murtad, wayang kulit diharamin, dan masih banyak lagi upaya penggerusan pemusnahan budaya lokal dengan alasan syariat. Kurang bukti apalagi Islam memang arogan terhadap kearifan lokal?," cuit Abu Janda.

Dalam kesempatan lain, Abu Janda menjawab kritik karena nge-tweet soal 'Islam arogan'. Abu Janda justru menyerang balik Tengku Zulkarnain.

"Jangan diambil tanpa konteks dong, itu ngejawab cuitan Tengku Zul yang provokatif rasis, bukan tweet mandiri di time line," kata Abu Janda.

(ibh/ibh)