Ditanya Anggaran Revitalisasi JPO, Wagub DKI: Pokoknya Oke Keren Bagus

Wilda Hayatun Nufus - detikNews
Jumat, 29 Jan 2021 19:26 WIB
Wagub DKI Jakarta Ahmad Riza Patria melakukan sidak di perkantoran dan pusat perbelanjaan Ibu Kota. Sidak dilakukan untuk pastikan aturan PPKM diterapkan.
Ahmad Riza Patria (Rifkianto Nugroho/detikcom)
Jakarta -

Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta berencana merevitalisasi JPO Sudirman dengan menghadirkan galeri untuk mengenang tenaga kesehatan yang gugur terpapar virus Corona (COVID-19). Lantas bagaimana perihal anggaran revitalisasi JPO?

"Kita tunggu saja lah, saya tidak ingin menyampaikan lebih awal, nanti kalau sudah dipublikasikan pada waktunya teman-teman akan tahu pokoknya JPO nya oke, keren, baguslah pokoknya," kata Wagub DKI Jakarta Ahmad Riza Patria kepada wartawan di Balai Kota DKI Jakarta Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Jumat (29/1/2021).

Riza menerangkan, sejatinya Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan telah mensosialisasi perihal rencana revitalisasi JPO Sudirman. Bahkan, sebut Riza, pihaknya telah menganggarkan revitalisasi JPO ini pada 2021.

"Rencana renovasi daripada JPO di Sudirman, Pak Gubernur sudah mensosialisasikan konsultan dan jajaran untuk merencanakan dan sudah menganggarkan di tahun 2021," ungkapnya.

Politikus Gerindra ini mengatakan JPO tersebut akan ada bagian tertentu untuk mengenang jasa tenaga kesehatan yang gugur akibat terpapar virus Corona. Kemudian, akan ada ruang untuk pesepeda di sekitar area JPO.

"Pokoknya, prinsipnya kita perlu ada JPO di Sudirman, kemudian sekaligus difungsikan JPOnya sekaligus bagi pesepeda. Kemudian juga sekaligus juga di bagian tempat sebagai tempat memperingati ya, pengorbanan, pengabdian daripada tenaga kesehatan yang meninggal karena COVID," tutur Riza.

Seperti diketahui, rencana revitalisasi JPO Sudirman ini diungkapkan oleh Dinas Bina Marga DKI Jakarta. Namun Komisi D DPRD DKI melihat alasan rencana revitalisasi untuk mengenang jasa tenaga kesehatan itu tidak masuk akal.

"Biar masyarakat yang menilai apakah itu benar atau tidak, tapi menurut saya ini tidak masuk di akal," kata Ketua Komisi D DPRD DKI Ida Mahmudah saat dihubungi, Jumat (29/1).

Ida menerangkan, Pemprov DKI sebaiknya membuat rumah sakit darurat ketimbang melakukan revitalisasi. Pasalnya, rumah sakit di DKI Jakarta sudah hampir penuh.

"Mendingan Pemprov kalau mau tuh kondisi sekarang hampir semua rumah sakit kekurangan ruangan, mendingan bikin gebrakannya buat saja rumah sakit darurat misalkan, atau revitalisasi, atau mendadak buat perluasan rumah sakit itu masih masuk di akal," ucap Ida.

(whn/rfs)