Dipicu Teguran soal Rokok, Oknum Polisi-TNI AU Bentrok di Bandara Mamuju

Hermawan Mappiwali - detikNews
Jumat, 29 Jan 2021 18:15 WIB
Ilustrasi fokus (bukan buat insert) Sipil Arogan Pukul Bocah SMP (Andhika Akbaryansyah/detikcom)
Foto untuk ilustrasi (Andhika Akbaryansyah/detikcom).
Mamuju -

Sejumlah oknum anggota polisi terlibat bentrok dengan oknum anggota TNI AU di Bandara Tampa Padang, Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat (Sulbar). Pertikaian itu dipicu adanya anggota polisi yang tidak terima ditegur merokok di area bandara.

Komandan Detasemen TNI AU Mamuju Kapten Aswarman membenarkan peristiwa bentrokan tersebut. Dia menyebut insiden tersebut sudah diselesaikan dan dianggap tidak ada masalah lagi.

"Sudah dianggap selesai, nggak ada masalah. Ini kan sebenarnya dari kemarin sudah kita selesaikan secara ini (baik-baik), nggak ada masalah," kata Kapten Aswarman kepada detikcom, Jumat (29/1/2021).

Sementara itu, pihak Polda Sulbar yang coba dikonfirmasi terpisah belum memberikan jawaban atas insiden pertikaian tersebut.

Informasi yang diperoleh detikcom, insiden bentrokan tersebut terjadi dua kali di area Bandara Tampa Padang, Mamuju, pada Kamis (28/1). Kejadian bermula saat seorang anggota polisi masuk bandara mengambil sejumlah perlengkapan yang dibawa pesawat Hercules milik TNI AU.

Selesai mengemas perlengkapan, oknum polisi yang disebut berinisial N ditegur oleh anggota TNI AU karena merokok di area bandara yang terdapat bahan bakar minyak (BBM).

"Sudah santai dia (selesai mengambil perlengkapan), merokok itu, ke sana ke sini, merokok dia. Jalan ke sana, ke sini. Dia merokok kan di ujung jalan itu kan ada Pertalite yang mau diangkut ke daerah terisolir itu, saya tahan berhenti di situ," kata Kapten Aswarman.

Dia menjelaskan petugas di lokasi menegur setiap orang yang merokok di lokasi tersebut, termasuk jika ada perwira yang merokok. Dia mengatakan peringatan itu disampaikan semata demi mencegah terjadinya kebakaran.

"Itu yang saya tegur bukan cuma dia, di sini pun ada perwira saya tegur, anggota AU juga mereka memahami bahwa di situ tidak bisa merokok, karena di situ ada Pertalite. Kalau misalnya dia lempar puntung rokoknya, kan meledak lah, itu yang kita takutkan," imbuhnya.

Namun teguran tersebut tak disambut baik oleh oknum polisi dan disebut menantang anggota TNI berkelahi. Sikap tidak kooperatif ini pun memicu terjadinya perselisihan.

"Di media kan seakan-akan saya bertemu begitu kan. Nggak, dia jauh, ada sekitar 100 meter, saya nggak dengar tapi anak buah saya yang dengar, ya kalau anak buah begitu pasti tersinggung lah kalau kayak begitu kan," kata dia.

Akibat bentrokan tersebut, pihak kepolisan dan TNI AU turun tangan dan sepakat menyelesaikan keributan yang terjadi. Namun pada malam harinya, oknum polisi berinisal N dan lima orang rekannya kembali datang ke area bandara dan keributan pun kembali pecah untuk kedua kalinya.

Namun Kapten Aswarman menegaskan kembali, kedua pihak yang terlibat pertikaian sudah benar-benar menyelesaikan dengan baik dan berharap insiden serupa tak terulang lagi.

(nvl/jbr)