ADVERTISEMENT

Ditjen Pas Tak Tahu di Mana Lokasi Napi Pesta Sabu: Mungkin Kejadian Lama

Yulida Medistiara - detikNews
Jumat, 29 Jan 2021 17:37 WIB
Ilustrasi narkoba, sabu putau ganja
Ilustrasi Sabu (Mindra Purnomo/detikcom)
Jakarta -

Sebuah video yang diduga sejumlah warga binaan pesta sabu di dalam rumah tahanan viral di media sosial. Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjen Pas) memastikan kejadian itu tidak terjadi di Rutan Salemba.

Meski begitu, Kabag Humas dan Protokol Ditjen Pas Rika Aprianti juga tidak dapat memastikan di mana dan kapan kejadian tersebut. Menurutnya, kejadian itu bisa saja bukan di Lapas atau Rutan.

"Kalau adanya di mana dan kapan itu kan kita juga harus cek lagi. Kita juga tidak tahu apakah itu di Lapas kah atau di Rutan kah atau saat ini kah, atau barangkali sudah lama bertahun-tahun yang lalu," kata Rika Aprianti saat dihubungi, Jumat (29/1/2021).

Ia mengatakan saat ini jajaran Ditjen Pas maupun Rutan Salemba sedang berbenah untuk memerangi narkoba. Ia memastikan pihaknya akan menindak tegas jika ada warga binaan atau petugas Lapas yang terlibat narkoba.

"Komitmen pimpinan dari atas sampai bawah siapapun yang terlibat mau itu warga binaan atau petugas di Lapas bakal di tindak hukum. Pak Dirjen juga menyampaikan ada petugas yang terlibat maka setelah inkrah di pengadilan akan di pindahkan di LP Nusakambangan," ujarnya.

Ia menyebut telah ada contoh kasus petugas Ditjen PAS yang terlibat dipindahkan ke LP Nusakambangan. Adapun bukti lainnya bandar narkoba besar di seluruh Indonesia telah dipindahkan ke LP Nusakambangan pada 2020 sekitar 643 orang.

Sebelumnya, sebuah video yang diduga sejumlah warga binaan pesta sabu di rumah tahanan, viral di media sosial. Video itu disebut-sebut terjadi di Rutan Salemba.

Kepala Rutan Salemba Yohanis Varianto mengatakan pihaknya telah melakukan pengecekan terkait video viral tersebut. Ia memastikan bahwa kejadian tersebut bukan di Rutan Salemba.

"Saya sudah turun langsung ke lapangan sekaligus melakukan pengecekan. Kita sudah telusuri dan itu tidak di Rutan Salemba. Dilihat dari video struktur bangunan kita (Rutan Salemba) nggak seperti itu, itu terlalu sempit, keramiknya itu keramik lama, tidak sesuai," ujar Yohanis saat dimintai konfirmasi detikcom, Jumat (29/1).

Yohanis mengaku pihaknya rutin melakukan razia terhadap para narapidana. Menurut dia, dalam kurun sebulan dia menjabat Karutan Salemba, sudah lima kali melakukan razia dan penggeledahan.

"(Hasilnya) banyak temuan, ada handphone, charger, tapi saat ini kami belum menemukan barang berupa narkoba," tutur Yohanis.

Dia menyebut terdapat 2.900 warga binaan yang ada di Rutan Salemba saat ini. Sementara petugas yang berjaga dalam satu regu berjumlah 40 orang yang dibagi dalam 3 shift.

(yld/mei)


ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT